Berita Sukoharjo Terbaru
Kisah Mbah Saminem 23 Tahun Jual Nasi Liwet di Solo Baru : Berkali-kali Ada yang Borong, Sejam Ludes
Ada kisah dari pinggiran Kabupaten Sukoharjo dari sosok orang tua yang setia terhadap pekerjaanya.
Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Asep Abdullah Rowi
"Udah lali (lupa) harga awalnya, dulu ya apa-apa murah ya mungkin pecahannya juga dulu beda," paparnya
"Masa kejayaannya ya mungkin sekitar awal tahun 1999, saat itu saya merasa banyak beli," tambahnya.
Masak Pakai Kayu Bakar
Saat ini, dia tinggal dirumahnya bersama suami.
"Anak saya 7 dan dan meninggal dua jadi yang masih hidup 5," katanya.
Adapun anak dari Saminem di antaranya adalah 4 anak Laki-laki dan 1 anak perempuan.
"Ada yang sudah nikah, ada yang kerja, SMA, ada yang masih SMP tapi tidak lulus," katanya
Dirinya mengatakan berjualan di kawasan lampu merah pinggiran tersebut setiap hari sejak pukul 17.00 - 00.00 WIB.
"Kecuali Malam jumat saya libur, sudah dua hari ini tidak berjualan karena hujan deras," katanya.
Ia mengaku selama persiapannya dalam berjualan ia dibantu oleh suaminya dan anaknya.
Baca juga: Tak Ada Ambulans, Seorang Anak di India Bawa Jenazah Sang Ayah Diikat di Atas Mobil
Baca juga: Penampilan Munarman Jadi Sorotan Pakai Penutup Mata Saat ke Polda Metro Jaya, Ternyata Ini Alasannya
"Memasaknya tradisional dengan kayu bakar tidak pakai kompor," katanya.
Menurutnya waktu paling ramai dikunjungi di malam minggu.
"Ya anak saya kadang mendirikan tenda, suami saya bantu persiapan hingga bawa becak derek ke Lapak," tambahnya.
Dirinya mengaku tidak pernah belajar formal di sekolah.
"Dari kecil saya tidak sekolah, saya tidak bisa membaca dan menulis," katanya.