Berita Karanganyar Terbaru
Penyekatan Mudik 2021 di Karanganyar, Brimob Bakal Terjun Ikut Jaga di Pos Cemoro Kandang
Pos penyekatan di jalur mudik perbatasan Karanganyar - Magetan pada tanggal 6-17 Mei 2021 akan ikut dijaga oleh pasukan Brimob.
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pos penyekatan di jalur mudik perbatasan Karanganyar - Magetan pada tanggal 6-17 Mei 2021 akan ikut dijaga oleh Brimob.
Hal itu disampaikan oleh Kabag Ops Polres Karanganyar, Kompol Budiarto kepada TribunSolo.com pada Selasa (4/5/2021).
"Kami akan menerjunkan satu kompi Brimob yang berjumlah 30 personel," katanya.
Baca juga: Ini 5 Pelaku Pengeroyokan Anggota Brimob-TNI di Melawai, Tikam Korban hingga Tewas Kehabisan Darah
Baca juga: Karanganyar Siapkan 8 Pos Penyekatan, Ini Lokasinya, Cemoro Kandang Jadi Prioritas
Semuanya akan bertugas mendukung kinerja pengamanan dari aparat kepolisian Polres Karanganyar di pos penyekatan Cemoro Kandang.
"Nanti tugasnya adalah memberikan back up kekuatan apabila ada ancaman dengan intensitas tinggi," jelasnya.
"Aparat Brimob diletakkan di perbatasan Cemoro Kandang karena langsung berbatasan dengan provinsi lain, sedang pos jaga lainnya masih bisa dikatakan relatif aman" ungkapnya.
"Kekhawatiran akan ancaman terorisme masih sangat tinggi saat ini, terutama terkait dengan penangkapan salah satu pentolan ormas baru-baru ini," imbuhnya.
Baca juga: Meski di Sragen Ada Penyekatan, Pemudik Nekat Incar Jalur Tikus, Ini yang Bakal Dilakukan Polisi
Diharapkan dengan adanya bantuan personel Brimob, pelaksanaan larangan mudik pada lebaran tahun ini dapat berlangsung dengan baik.
"Kami harap dengan kewaspadaan ini, aparat kepolisian bisa bekerja dengan nyaman dan fokus," harapnya.
Ada 8 Pos Penyekatan
Menjelang pelaksanaan penyekatan arus mudik yang berlangsung pada 6-17 Mei 2021, Polres Karanganyar telah menyiapkan 8 titik pos penjagaan.
Dari 8 titik yang disiapkan, yang paling utama ada di pos jaga Cemoro Kandang.
Menurut Kabag Ops Polres Karanganyar, Kompol Budiarto, bahwa pos Cemoro Kandang menjadi paling utama karena yang langsung berbatasan dengan provinsi Jawa Timur.
"Kalau di pintu tol, kendaraan yang lewat pasti sudah melalui berbagai macam pos penjagaan," katanya pada Minggu (2/5/2021).
Baca juga: Tiba di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, 147 Pemudik dari Jabodetabek Jalani Tes Rapid Antigen
Baca juga: Mudik Pakai Bajaj, Sekeluarga Asal Banyumas Terjaring Operasi Penyekatan di Bekasi
Dirinya menyebut bahwa di pintu tol sebelum masuk Karanganyar sudah banyak terjadi pemeriksaan.
"Seperti kalau dari arah Jawa Timur sudah ada Polres Sragen, kemudian di pintu tol penjagaan dikabarkan juga sudah mulai ditutup," terangnya.
"Sehingga yang masuk Karanganyar sudah melewati sekian screening, tapi kalau ketahuan ada yang dari luar daerah tetap kita suruh putar balik" ungkapnya.
Hal itu tentu berbeda dengan yang terjadi Cemoro Kandang yang merupakan jalur langsung antar provinsi.
"Meski itu bukan jalur utama, namun itu tetap kita jaga," ujarnya.
Baca juga: Tak Berkutik, Tiga Pemudik Ini Lemas Dicek Pakai GeNose Hasilnya Reaktif di Terminal Tirtonadi Solo
"Yang lewat situ biasanya masyarakat sekitar, sehingga yang melanggar aturan mudik saya kira juga tidak akan banyak, masih wilayah pelat AD sama AE" ungkapnya.
Adapun pos lainnya ada di pos pelayanan Tawangmangu dan Karangpandan, yang pusatnya berada di pos pelayanan terpadu alun-alun.
Kemudian empat diantaranya berada di pintu gerbang exit tol.
"Pintu Tol Klodran, Ngasem, Kebakkramat dan Gondangrejo," kata dia.
Pemudik Wonogiri
Satgas Covid-19 melakukan pemeriksaan rapid test antigen kepada pemudik di Terminal Tipe A Giri Adipura, Sabtu (1/5/2021).
Sebanyak 147 pemudik yang tiba dari Jabodetabek diperiksa.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri Adhi Dharma, pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap penumpamg bus AKAP.
Baca juga: Pengusaha Kelas Kakap Solo Pun Curhat : Imbas Larangan Mudik Berat, Biasanya Ramai, Tambah Kasir
Baca juga: Super Mewah, Karantina Pemudik Nekat ke Solo Bisa di Hotel Bintang 4, Jika Ogah di Solo Technopark
Dari 147 penumpang, ada dua orang penumpang kedatangan positif Covid-19.
"Penumpang itu ber-KTP Cengkareng dan Pacitan," katanya.
Satgas Covid-19 Kabupaten Wonogiri kemudian melakukan pendataan terhadap mereka yang positif.
Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan perusahaan otobus (PO) terkait temuan ini.
"Dari PO sudah mau mengantarkan yang bersangkutan dengan kendaraan terpisah ke tujuannya," jelasnya.
Baca juga: Dag Dig Dug, Aturan Mudik Lokal Solo Raya Bisa Berubah Gegara Covid-19 Naik, Bakal Dianulir Gibran?
Ditambahkan, sopir yang mengantarkan penumpang yang dinyatakan positif itu akan dibekali alat pelindung diri dasar seperti masker N-95.
Antara penumpang positif dan sopir diberi jarak, jendela kendaraan harus dibuka agar ada sirkulasi udara.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Wonogiri, seiring dengan adanya arus mudik.
Penyekatan Solo - Ngawi
Petugas kepolisian menyiapkan dua titik penyekatan di jalan Tol Solo-Ngawi pada tanggal 6-17 Mei 2021.
Penyekaan ini dilakukan untuk memeriksa pemudik jelang bulan suci ramadan 2021.
Menurut General Manager Teknik dan Operasional Jasa Marga Solo Ngawi (JSN), Saktia Lesan Dianasari, penyekatan ini sesuai dengan hasil rapat kordinasi Polda Jateng dan Polda Jatim.
"Hasil rapat koordinasi terakhir dengan Polda Jateng dan Polda Jatim, penyekatan dimulai tgl 6 Mei 2021, belum ada update lagi," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunSolo.com pada Sabtu (1/5/2021).
Dia menyebutkan penyekatan pada dua pintu gerbang Tol.
Baca juga: Catat! Ada 2 Titik Penyekatan di Tol Solo-Ngawi : Nekat Bakal Malu, Pasti Diminta Putar Balik
Baca juga: Tak Mungkin Lolos, Ini Potret Penyekatan Pemudik di Prambanan Klaten, yang Terjaring Tambah Banyak
Baca juga: Hendak Mudik ke Pemalang, Pengendara Motor Ini Lolos dari Penyekatan di Perbatasan Karawang-Bekasi
Yakni di gerbang Tol Sragen KM 528 di Jawa Tengah, dan Gerbang Tol Ngawi KM 579 di Jawa Timur.
Secara teknis, seluruh kendaraan yang melewati kedua gerbang tol itu akn diperiksa oleh petugas.
Petugas akan melakukan pemeriksaan terkait identitas diri, kendaraan, dan surat bebas Covid-19.
Setelah itu, barulah melakukan tap kartu tol.
"Nantinya petugas akan meminta KTP untuk memastikan kendaraan tersebut harus putar balik atau tidak," ungkapnya.
"Selain itu syarat lainnya untuk aparatur sipil negara (ASN) misalnya, harus menyertakan surat izin dari atasannya. Atau mungkin syarat lainnya," lanjut Tia.
Terkait kondisi di Exit Tol Solo - Ngawi, General Manager Teknik dan Operasi PT Jasamarga Solo-Ngawi, menyebutkan belum ada kenaikan signifikan.
Akan tetapi pihaknya, prediksi kenaikan dan puncak terjadi esok hari.
"Prediksi puncak arusnya Minggu 2 Mei 2021, hari ini diperkirakan mulai akan terjadi peningkatan volume kendaraan yang melalui tol Solo-Ngawi," ungkapnya.
Penyekatan di Klaten
Penyekatan pemudik nekat di jalur perbatasan Jateng-Yogyakarta kembali dilakukan, Jum'at (30/4/2021).
Tepatnya di Jalan Raya Solo-Jogja, Pos Lantas Tangguh, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.
Kendaraan dari arah Jogja mau masuk ke Jateng via Klaten, diperiksa secara intensif oleh puluhan petugas gabungan yang berjajar sangat rapi.
Kondisi itu tak bisa membuat pemudik lolos, karena pemeriksaan cukup ketat.
Alhasil 30 mobil beplat luar Solo-Jogja diberhentikan oleh petugas dari Polri, TNI, Dishub hingga Dinas Kesehatan tersebut.
Kabagops Polres Klaten AKP I Wayan Suhendar mengatakan 30 mobil tersebut diberhentikan untuk diperiksa cek kelengkapan dan identitas pengemudi dan penumpang mobil.
"Ada 30 mobil yang berplat dari luar Solo-Jogja," kata dia kepada TribunSolo.com.
Dari puluhan mobil berplat luar itu, ada sekitar 20 orang yang menjalani tes swab antigen.
Baca juga: Aksi Nekat Kakek Asal Nganjuk, Jadi Porter Gadungan di Pasar Klewer Solo, Sikat Barang Jutaan Rupiah
Baca juga: Sempat Pulang ke Rumah Seusai Bunuh Korban di Klaten, Pelaku Kembali ke Lokasi Lihat Evakuasi Korban
"Ada 20 orang yang kami swab antigen dan hasilnya negatif, oleh karena mereka kami persilahkan melanjutkan perjalanan," ujar Wayan.
Seorang yang terjaring operasi bernama Zamzam, (23) mengaku warga Jakarta tapi bekerja dan tinggal di Jogja.
Dia mengaku dia menuju ke Stasiun Srowot untuk menaiki KRL Solo-Jogja.
"Saya berasal dari Jakarta namun saya tinggal dan kerja di Jogja, saya mau ke stasiun srowot main coba KRL ke Solo," kata Zamzam.
Lanjut Zamzam mengaku hasil swab dirinya menunjukan negatif, sehingga operasi tersebut menurutnya membantu.
"Syukur hasil swab saya negatif, sebelumnya saya pernah swab dan hasilnya negatif," terang dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/jaga-di-pos-cemoro-kandang.jpg)