Berita Solo Terbaru
Perjalanan Mobil Jenazah di Sondakan Dibeli Warga : Tak Terhitung Antar Orang Sakit & yang Meninggal
Kini di tangan warga di RT 04 RW 04 Kampung Gantung, Kelurahan Makamhaji, mobil jenazah disulap jadi kendaraan pribadi.
Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Asep Abdullah Rowi
“Tidak ada yang aneh, tidak ada yang mistis juga kan juga sudah lama," kata dia.
"Yang jelas sejauh ini ya mobil tersebut berfungsi seperti biasanya,” paparnya.
Dikatakan oleh Lurah, awal mula cerita mobil tersebur dibeli oleh Lilik dikarenakan garasi akan dipugar.
Rencananya garasi pun akan direparasi dan untuk dijadikan gedung pertemuan.
“Ya darasi sedang kami benahi dan akhirnya pihak lembaga berinisiatif untuk menjualnya karena ya dari pada mubadzir,” ujarnya.
Pihak kelurahan mengatakan terkait wewenang pemanfaatan mobil jenazah lama itu diserahkan kepada lembaga.
“Ada salah satu dari orang lembaga tersebut yang menawarkan ke warga,” ujarnya.
“Saya mendengar ada juga sebelum Lilik yang mau beli tapi hendak tidak jadi,” tambahnya.
Prasetyo paparkan pemerintah Kelurahan Sondakan memiliki 1 mobil ambulans untuk keperluan umum.
“Kita ada satu sekarang di garasi," terang dia.
Cerita Unik Lainnya
Di balik pembelian mobil Kijang bekas jenazah yang disulap untuk kendaraan pribadi, ada cerita-cerita unik menyertainya.
Ya, setelah Lilik Eswyanto (41) memarkirkan mobil itu di depan rumahnya di RT 04 RW 04 Kampung Gantung, Kelurahan Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Terlebih saat hari-hari pertama masih ada tulisan lengkap 'Mobil Jenazah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kal.Sondakan'.
Bahkan lengkap di atasnya masih ada sirine dan toa atau pengeras suara layaknya ambulans pada umumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/h-sondakan-prasetyo-utomo-dan-mobil-jenazah-yang-dibeli-warga.jpg)