Berita Solo Terbaru

100 Hari Gibran Pimpin Solo, Anggota DPRD: Museum Radya Pustaka & Keris Belum Dapat Sentuhan

Sejumlah objek wisata masih belum mendapat sentuhan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Itu seperti Museum Radya Pustaka.

Tayang:
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Adi Surya
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka saat melayani wawancara di kompleks Balai Kota Solo, Jumat (7/5/2021). 

Namun, beberapa warga Kota Solo masih menyangsikan pelaksanaan PTM sekolah. Tak terkecuali, Pegiat Pendidikan YSKK, Kangsure Suroto. 

"Karena simulasi PTM dilakukan di sekolah-sekolah yang baik, sekolah 'favorit' yang sarana - prasarana sudah ada dan memadai," kata Kangsure kepada TribunSolo.com, Jumat (4/6/2021).

"Jumlah toilet, wastafel, ruang-ruangan, dan sarana prasarana lain sudah lebih baik," tambahnya.

Baca juga: Tegas! Wali Kota Solo Gibran Siap Sikat PKL yang Sengaja Ngepruk Harga, Warung Langsung Ditutup

Kangsure menyoroti kesiapan sekolah-sekolah yang berada di pinggiran Kota Solo. Menurutnya, sarana dan prasarananya masih tertinggal.

"Wastafelnya memang ada tapi yang menyala hanya sebagian. Saya tidak yakin kondisi sekarang ini melaksanakan PTM," ucapnya. 

Itu diperlukan terobosan-terobosan dari Gibran, misalnya, re-focusing anggaran penanganan Covid-19.

Baca juga: Reaksi Warga Tahu Gibran Beri Lampu Hijau, Balita & Bumil Boleh ke Mall & Wisata, Tapi Sekolah Belum

"Itu bisa digunakan untuk membantu sarana-prasarana yang ada di sekolah. Wastafel disiapkan, alat-alat cek suhu disiapkan," ujarnya. 

Menurut Kangsure, belum ada terobosan-terobosan yang dilakukan Gibran selama 100 hari kepemimpinannya. 

"Apa yang dilakukan Gibran selama 100 hari itu meneruskan program sebelumnya," ucapnya.

Bersih-bersih Pungli

Tanggal 5 Juni tepat 100 hari kepemimpinan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso di Kota Solo.

Wali kota Solo, Gibran mengatakan akan memaparkannya di Minggu depan.

“Ya nanti, saya akan paparkan,” kata Gibran kepada TribunSolo.com, Kamis (3/6/2021).

“Sudah beberapa rencana, tapi masih nanti ya, nanti saya undang media-media,” ujarnya.

Dirinya mengklaim pencopotan lurah Gajahan menjadi prestasi, karena membersihkan Kota Bengawan dari masalah pungutan liar.

Baca juga: Kesaksian Tentang Tokoh PDIP Boyolali S Paryanto, Meski Beda Partai Tekankan DPRD Itu Lembaga Netral

Baca juga: Lurah Gajahan Dicopot Buntut Pungli, Sekda Kota Solo: Kalau Ada Pungli Silakan Lapor

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved