Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Pilunya Bocah di Sragen, Dirudapaksa oleh Pamannya Sejak SD hingga Usia 16 Tahun, Kini Hamil 4 Bulan

Bukannya memberikan kasih sayang, paman di Kabupaten Sragen tega menghamili keponakannya sendiri.

Tribun Jogja/Suluh Pamungkas
Ilustrasi pencabulan anak di bawah umur. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Bukannya memberikan kasih sayang, paman di Kabupaten Sragen tega menghamili keponakannya sendiri.

Ironisnya, aksi bejat pria berinsial SP (40) warga Kecamatan Sragen Kota melakukan perbuatan tak senonoh sejak korban R masih SD.

Kini informasi yang dihimpun TribunSolo.com, R yang sudah berusia 16 tahun telah berbadan dua.

Kandungannya memasuki umur 4 bulan. 

SP melampiaskan nafsu birahinya kepada keponakannya sendiri setelah 9 tahun ditinggal istrinya bekerja di luar negeri.

Baca juga: Kagetnya Bandar & Pemain Judi Wonogiri Didatangi Polisi, Sempat Kabur Tapi Sia-sia karena Tertangkap

Baca juga: Sedihnya Bocah SD di Wonogiri Ini Dijebak, Lantas Dipaksa Layani Nafsu Birahi Kakek Berumur 65 Tahun

Menurut Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Edi Suryana mengatakan SP telah melakukan aksi bejatnya sejak R masih SD.

Sehingga dugaan kuat berkali-kali sampai korban hamil.

"Iya benar, kalau keterangan pelapor sendiri, sudah dilakukan sejak SD," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Jumat (4/6/2021).

Setelah menerima aduan dari korban, polisi langsung melakukan penyelidikan yang berujung dengan ditahannya SP.

"Penyelidikan memang memenuhi alat bukti, langsung kita langkukan penangkapan dan penahanan," tambahnya.

"Lebih lengkapnya nanti akan dirilis oleh Kapolres," aku dia singkat.

Kejadian di Wonogiri

Seorang bocah kelas VI SD, sebut saja Bunga (11) warga Kecamatan Sidoharjo, Kecamatan Wonogiri jadi korban pencabulan.

Korban dicabuli tetangganya berinisal TP (65) yang diketahui sebagai seorang sopir.

Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Supardi mengatakan, kejadian itu terjadi pada periode tahun 2019 hingga 2020.

"Untuk TKP-nya berada di rumah pelaku," katanya, saat konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Kamis (3/6/2021).

Kasus pencabulan itu diketahui saat pelaku mengajak korban pergi pada pertengahan Januari 2021 lalu.

Pelaku pencabulan T saat diintrogasi Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Supardi, di Mapolres Wonogiri, Kamis (3/6/2021).
Pelaku pencabulan T saat diintrogasi Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Supardi, di Mapolres Wonogiri, Kamis (3/6/2021). (TribunSolo.com/Agil)

Baca juga: Beda dengan Kasus Petamburan, HRS Dituntut 6 Tahun soal Swab Palsu, Sikap Tak Sopan Jadi Pemberat

Baca juga: 15 Tahun Bersama, Darius Sinathrya Dapat Hadiah Mobil Mewah dari Sang Istri, Justru Merasa Terbebani

Kekek korban curiga, lantaran cucunya berteriak menolak tawaran pelaku yang mengajaknya pergi.

Kakek korban kemudian menanyai cucunya, dan korban mengaku pernah dicabuli oleh korban.

Pencabulan itu terjadi saat korban diajak pelaku membeli kampas rem sepeda milik korban.

"Pelaku kemudian mengajak korban pergi membeli jajanan, namun mampir dulu ke rumah pelaku," ujarnya.

Di sanalah, korban diancam pelaku agar mau melayani nafsu bejatnya.

Karena korban takut akhirnya menuruti permintaan pelaku untuk melakukan persetubuhan dengan pelaku.

Korban disuruh untuk tiduran di kasur depan TV sambil di pinjami HP milik pelaku.

Pelaku bilang kepada korban "Wis menengo wae, kowe dolanan HP rasah didelok (sudah diam saja, kamu mainan HP gak usah dilihat)," kata pelaku mengancam korban.

"Kami mengamankan sejumlah barangbukti berupa HP, satu unit motor, dan sejumlah pakaian," katanya.

Baca juga: Mau Balik ke Jakarta Usai Rawat Orang Tua di Wonogiri, Rombongan Terjaring Razia Antigen di Boyolali

Baca juga: Gegara Banyak ABG Hamil Duluan Imbas Pergaulan Bebas, Pernikahan Dini di Wonogiri Pun Tak Terkendali

Akibat perbuatannya pelaku terancam Pasal 81 ayat (2) UU nomor 17 Tahun 2016 perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak.

"Ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar," jelasnya menekankan.

Cabuli Anak

T (44) warga Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri mencabuli tetangganya.

Ironisnya, tersangka mencabuli tetangganya yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD), berinisial CDA (12).

Kepada awak media, T mengaku sangat dekat dengan korban, dan mengenal baik keluarga korban. 

Baca juga: Oknum Lurah di Tanjungpinang Cabuli Bocah 13 Tahun: Terungkap saat Istri Pergoki Chat Mesum

Baca juga: Ayah Tega Hamili Anak Tiri di Sumatera Selatan, Korban Dicabuli Saat Istri Tak Ada di Rumah

"Dia juga sering curhat ke saya. Katanya dia (korban) kayak tidak dianggap oleh keluarganya," kata pelaku saat konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Kamis (3/6/2021).

Pelaku yang bekerja sebagai wiraswasta kemudian kasian kepada korban. 

Bahkan pelaku sering memberikan korban uang. 

Baca juga: Fakta Baru Aksi Cabul Pria Kepada Anak-anak di Masjid: Kini Pelaku Ditangkap, Ternyata Masih Pelajar

Nominal uang yang diberikan kepada korban bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu. 

"Saya ngasihnya ada yang sesudah berhubungan, ada yang sebelum berhubungan," ujarnya.

"Pokoknya saya kasih uang itu karena kasian saja," imbuhnya. 

Baca juga: Nasib Anak Anggota DPRD yang Cabuli Remaja SMP Hingga Paksa Jadi PSK, Terancam 15 Tahun Penjara

Sampai suatu ketika, tersangka melihat foto profil korban. Dari sanalah tersangka mulai membujuk korban untuk berhubungan layaknya pasangan suami-istri. 

"Saya sudah melakukan (pencabulan) itu sebanyak tiga kali. Lokasi di Hotel terus," ujarnya. 

"Saya tidak pernah mengancam (korban). Tapi saat saya ajak, dia mau," imbuhnya. 

Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Supardi mengatakan, kasus pencabulan itu terjadi mulai bulan Februari 2021 hingga Mei 2021.

"TKPnya ada di sebuah hotel di kawasan Kecamatan Slogoimo, Wonogiri," ujarnya.

Baca juga: Anaknya Terseret Pencabulan di Bekasi, Ayah yang Kini Jabat Anggota DPRD Tak Ingin Disangkut Pautkan

Kasus ini terbongkar dari kecurigaan keluarga, sebab korban sering diajak pergi oleh pelaku. 

Saat keluarga korban menanyai korban, korban tidak mau mengaku. 

Keluarga korban kemudian membututi pelaku, dan kemudian menanyai pelaku telah melakukan apa saja kepada anaknya. 

Lantaran pelaku tidak mau mengaku, pelaku kemudian dibawa keluarga ke Mapolsek Puhpelem, dan disanalah pelaku mengakui perbuatannya. 

Baca juga: Kata Anak Anggota DPRD Kota Bekasi yang Jadi Pelaku Pencabulan: Korban Dijual Lewat Aplikasi MiChat

"Kami mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian milik pelaku dan korban, HP, dan satu unit sepeda motor," jelasnya.  (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved