Berita Solo Raya Terbaru

Bukan Solo, Ini Daftar 4 Daerah Eks Karesidenan Surakarta yang Sudah Tertular Covid-19 dari Kudus

Akhirnya yang dikhawatirkan dengan fenomena meledaknya kasus Corona di Kabupaten Kudus sampai di Eks Karesidenan Surakarta.

Tayang:
Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUNNEWS
ILUSTRASI : Pekerja kota yang mengenakan pakaian hazmat berjalan di daerah residensial untuk survei kesehatan dari pintu ke pintu rumah warga, selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19, di Kolkata. India. Rabu (29/4/2020). (AFP/Dibyangshu SARKAR) 

"Jalan-jalan terobosan itu diberi palang, agar warga tidak nekat melintas," katanya, Jumat (11/6/2021).

Suparjo menuturkan, sejumlah jalan desa ditutup untuk memudahkan pemantauan.

Hanya ada satu jalan yang dibuka, untuk keluar masuk mobilitas masyarakat.

Kendati demikian, ia mengatakan jika penjagaan di Dusun tersebut tidak seketat seperti lockdown.

"Pos pengawas juga bertujuan untuk mengawasi warga yang menjalani isolasi mandiri kedapatan keluar rumah. Kebetulan yang terpapar Covid-19 berada di satu RT," ungkap dia.

Suparjo menuturkan, pos penjagaan itu dijaga oleh warga dan sukarelawan secara bergiliran.

Mereka bertugas mencatat warga yang keluar-masuk dusun selama isolasi lokal diterapkan di Gedawung.

Sementara itu, lanjut dia, pos logistik didirikan untuk memberi bantuan logistik bagi warga yang isolasi mandiri.

"Hal tersebut kami lakukan bukan untuk menakuti warga, tapi untuk mencegah penularan Covid-19," ujarnya.

"Kami juga sebisa mungkin agar warga yang isolasi mandiri tidak tekanan psikis," kata Suparjo.

Terpisah, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, kasus tersebut berawal dari warga yang mengantar jagong ke Kudus.

"Awalnya ada warga yang grubyukan (mengantar rombongan pengantin) dari Dusun itu ke Kudus. Setelah pulang ikut rewang di rumah yang punya hajat. Nah, terjadilah penularan," paparnya.

Menurut Bupati Wonogiri, awalnya dari rombongan warga yang berangkat jagong ke Kudus hanya dua orang diantaranya yang positif corona baru-baru ini.

Namun setelah dilakukan tracing hingga saat ini, 18 warga setempat terkonfirmasi positif corona.

"Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Baturetno saat ini sudah berinisiatif untuk menunda agenda hajatan yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat terlebih dahulu setelah ditemukannya kasus tersebut," ujarnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved