Berita Boyolali Terbaru
Kasus Covid-19 Melejit, Dinkes Boyolali Maksimalkan Karantina Tingkat RT hingga Siapkan Ruwunawa
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Boyolali memaksimalkan karantina di tingkat RT hingga desa berbasis Jogo Tonggo.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Boyolali memaksimalkan karantina di tingkat RT hingga desa berbasis Jogo Tonggo.
Sementara itu wacana karantina bagi isolasi mandiri (Isoman) di Rusunawa belum dilakukan menimbang ketersediaan bed dan banyaknya RT di Boyolali.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina mengatakan pihaknya menghambat kenaikan kasus Covid-19 dari tingkat RT hingga Desa.
"Kami terus mengantisipasi kenaikan kasus dengan mengupayakan dari level terdekat yakni masyarakat ditingkat RT, RW dan desa," jelasnya kepada TribunSolo.com, Selasa (15/6/2021).
Baca juga: Gibran Dicurhati Pasien Asal Solo, Ogah Isolasi di Asrama Haji Donohudan : Takut Corona Jenis Delta
Baca juga: Pulang Melayat dari Kudus, Warga Perumahan di Boyolali Positif Corona: 65 Orang Ikut Tracing
Ratri mengatakan beberapa tempat dilakukan penututupan dan isoman di rumah, seperti Tegalrejo di Simo, Karanggeneng di Boyolali, Kebakan di Mojosongo, Mliwis di dan Cepogo.
Dia menjelaskan pihaknya akan memaksimalkan karantina bagi isoman di tingkat RT,RW dan desa.
"Kami tetap optimalkan peran jogo tonggo. Apalagi RT di Boyolali ada sekitar 4 ribuan," ucap Ratri.
Dia mengatakan karantina dilakukan di rumah masing-masing berbasis jogo tonggo maupun karantina terpusat ditingkat desa.
Namun, ia menjelaskan jika desa kewalahan Pemda Boyolali juga menyiapkan karantina terpusat di Rusunawa.
Ia mengatakan kapasitas bed Rusunawa sebanyak 75 bed dan belum terisi.
"Jika semua menguatkan dan tertib melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) angka paparan bisa ditekan," terang Ratri.
Terkait varian baru covid-19, ia mengatakan masih perlu menunggu penelitian whole genome sequencing (WFS).
Penelitian tersebut berdasarkan dengan merujuk ke Jogjakarta maupun Jakarta.
"Karena keterbatasan, kami analisis dari sumber penularan (Kudus) dan cara penularan yang sangat cepat," kata Ratri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/petugas-menggelar-swab-test-massal-covid-19-dari-or.jpg)