Berita Sragen Terbaru
Kemelut di PT Garuda Solo Perkasa, Disnakertrans Sragen Panggil Pengusaha Pemilik Pabrik & Buruhnya
Pemkab Sragen tengah memediasi manajeman PT Garuda Solo Perkasa (GSP) dengan para buruhnya.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pemkab Sragen tengah memediasi manajeman PT Garuda Solo Perkasa (GSP) dengan para buruhnya.
Hubungan Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Disnakertrans Kabupaten Sragen, Nur Baharudin mengatakan kedua belah pihak akan kembali dipertemukan.
Pertemuan dilakukan untuk mencari solusi dan titik tengah diantara kedua belah pihak.
"Hari Rabu kita undang lagi, kita pertemukan pihak pekerja, dan dua pihak dari pengusaha," ujar dia kepada TribunSolo.com, Senin (5/7/2021).
Baca juga: Blak-blakan DKK Buka Stok Gas Oksigen di Solo : Aman Tapi Ada Warga yang Beli untuk Disimpan Sendiri
Baca juga: Pilunya Buruh PT GSP Sragen,Sejak Lebaran Tak Digaji, Kini Datangi Pabrik : Kelaparan Mau Makan Apa?
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com, Disnakertrans Kabupaten Sragen telah melakukan audiensi sebanyak 3 kali.
Tidak ada yang hadir pada pertemuan pertama, kemudian pertemuan kedua, dihadiri kedua belah pihak yang berakhir nihil.
Kemudian, pertemuan terakhir, yang juga dihadiri kedua belah pihak, hasilnya belum ada titik temu.
Sebelumnya, nasib buruh PT Garuda Solo Perkasa (GSP) Sragen terkatung-katung karena nasibnya tak jelas.
Akibatnya, ada puluhan buruh kembali mendatangi perusahaan itu di Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen pada Senin (5/7/2021).
Kedatangan buruh untuk kesekian kalinya tersebut, untuk menuntut kejelasan dan hak buruh yang belum diberikan oleh manajeman.
Ketua DPC SBSI 1992 Sragen, Joko Supriyanto mengungkapkan, jika hak buruh belum diberikan sejak Lebaran tahun lalu.
Baca juga: Calo Pegawai PDAM Boyolali Ternyata PNS di Juwangi, Akal Bulusnya Terhenti, Kini Diselidiki Polisi
Baca juga: Nasib Pilu Warga Boyolali : Tergiur Bisa Jadi Pegawai PDAM, Sudah Setor Rp 400 Juta, Ternyata Ditipu
"Kedatangan teman-teman sebenarnya ingin mempertanyakan kejelasan, sejak 25 Mei sampai sekarang belum masuk kerja," katanya kepada TribunSolo.com.
Dikatakan, perusahaan tersebut diketahui mengelola 2 jenis usaha, yakni di bidang makanan dan tekstil.
"10 Juni ada pengumuman yang intinya tenun atau tekstil sudah tidak beroperasi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/puluhan-buruh-saat-mendatangi-pt-gsp-sragen-di-purwosuman-kec.jpg)