Berita Boyolali Terbaru

Jika Ada Mafia Mainkan Alkes, Obat & Oksigen Kala Pandemi Ini, Kapolda Jateng Bakal Menindak Tegas

Polisi waspadai mafia hingga oknum masyarakat yang nekat menimbun barang-barang saat pandemi Covid-19 seperti ini.

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Rudianto bersama jajaran Forkompinda Kabupaten Boyolali saat jumpa pers di Pendopo Ageng Pemkab Boyolali, Rabu (7/7/2021). 

"Untuk agen mohon maaf, sementara kita belum bisa bantu karena ketersediaan liquid dan tim produksi serta tim distribusi yang kelelahan," katanya kepada Tribunjateng.com.

Kendati demikian, agen yang telah memiliki surat rekomendasi untuk keperluan medis dari klinik atau puskesmas dapat melakukan pengisian di PT Samator. Dia menuturkan, ada 22 rumah sakit yang saat ini menjadi mitra kerja dengan PT Samator. Rumah sakit itu tidak hanya berasal dari Karanganyar saja, melainkan, wilayah Kota Solo, Wonogiri, dan Sukoharjo.

"Kita sekarang mengeluarkan liquid (oksigen cair) 24 ton sehari, untuk oksigen botolan (tabung) 5-6 ton per hari. Itu habis dalam sehari. Padahal sebelumnya rata-rata 6 ton untuk tiga hari," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, satu agen pengisian oksigen di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar terpaksa mencari pengisian di luar Kabupaten Karanganyar karena PT Samator yang sebelumnya menjadi tempat pengisian oksigen saat ini fokus mencukupi kebutuhan di rumah sakit.

Robi menyampaikan, sudah beberapa kali kehabisan stok oksigen sejak adanya peningkatan permintaan sehingga terpaksa menutup kios lebih awal. Bahkan sebelum kios buka, beberapa pembeli sudah antre untuk melakukan pengisian oksigen.

Kebanyakan masyarakat melakukan pengisian ulang ukuran kecil untuk kebutuhan pribadi. Terutama bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri. Seperti untuk antisipasi karena ada yang mengalami sesak nafas, sakit paru dan lainnya.

"Per hari bisa menghabiskan 5-6 tabung (ukuran besar), itu kalau barangnya ada. Kalau tidak ada ya kami tutup. Takut mengecewakan yang beli. Biasanya itu menghabiskan 1 tabung (ukuran besar) lebih sedikit, " katanya saat ditemui di kios pengisian ulang, Rabu (30/6/2021).

Seiring adanya peningkatan pengisian ulang tabung oksigen, Robi terkendala stok oksigen. Sebelumnya, dia melakukan pengisian di produsen yang berada di Kabupaten Karanganyar.

Akan tetapi semenjak PT Samator diarahkan untuk mencukupi kebutuhan oksigen di rumah sakit, Robi terpaksa mencari di agen besar di daerah lain. Seperti di Madiun, Ponorogo dan Ngawi.

Di sisi lain, kesulitan mencari tempat pengisian ulang tabung oksigen berdampak terhadap naiknya harga isi ulang karena harga isi ulang di agen besar mengalami kenaikan dan ada penambahan biaya transportasi. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penyedia Oksigen Karanganyar: Agen Bisa Isi Ulang Asal Ada Surat Rekomendasi Klinik dan Puskesmas

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved