Berita Boyolali Terbaru
Jika Ada Mafia Mainkan Alkes, Obat & Oksigen Kala Pandemi Ini, Kapolda Jateng Bakal Menindak Tegas
Polisi waspadai mafia hingga oknum masyarakat yang nekat menimbun barang-barang saat pandemi Covid-19 seperti ini.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Polisi waspadai mafia hingga oknum masyarakat yang nekat menimbun barang-barang saat pandemi Covid-19 seperti ini.
Di antaranya yang paling banyak dicari adalah peralatan medis, obat-obatan dan oksigen.
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi memastikan akan menindak tegas jika ada pihak-pihak yang sengaja melakukan penimbunan.
"Kita sidik pidananya manakala dengan situasi saat semacam ini agar masyarakat tidak coba-coba mencari keuntungan tersebut," kata dia saat jumpa pers di Pendopo Ageng Pemkab Boyolali, Rabu (7/7/2021).
Baca juga: Kronologi Imam Masjid Agung Solo KH Zumroni Wafat : Isolasi Mandiri,Dibawa ke Rumah Sakit Tutup Usia
Baca juga: PPKM Darurat, Kapolda Jateng Ancam Penimbun Obat-obatan Sampai Oksigen: Bakal Ditindak Tegas
Kapolda menerangkan bahwa Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus Polda Jateng) telah melakukan mapping terkait adannya penimbunan barang-barang tersebut.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pihak yang mencoba untuk menimbun barang-barang tersebut yang kini keberadaanya mulai langka.
"Sudah kami perintahkan, sehingga tidak ada masyarakat mencari keuntungan dengan menimbun barang-barang tersebut di situasi yang kritikal," ujar Ahmad.
Ia menyebut aksi penimbunan barang-barang tersebut merupakan tindakan yang tak etis.
Apa lagi aksi tersebut dilakukan pada saat pandemi Covid-19 saat ini.
“Tidak etis sekali saat situasi-situasi semacam ini kalo ada masyarakat kita yang berusaha menimbun barang-barang tadi,” jelas dia.
Kebutuhan Oksigen Meroket
Tak hanya di Jakarta dan kota besar lainnya, tetapi kebutuhan gas oksigen di Solo Raya meroket drastis akhir-akhir ini.
Pjs Kepala Cabang PT Samator Gas Industri Surakarta, Nanda Prasojo mengatakan, permintaan oksigen mengalami peningkatan sejak satu bulan terakhir.
Dia menuturkan, ada 22 rumah sakit di wilayah Soloraya yang saat ini menjadi mitra kerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kapolda-jateng-irjen-pol-ahmad-luthfi-pangdam-ivdiponegoro-mayjen-rudian.jpg)