Berita Wonogiri Terbaru

Mengunjungi Taman Plintheng Semar, Sudah Melegenda di Wonogiri: Ada Batu Besar yang Ikonik

Kabupaten Wonogiri memiliki banyak sekali tempat rekreasi untuk menikmati waktu akhir pekan bersama keluarga.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Taman Plintheng Semar Wonogiri yang sudah melegenda. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kabupaten Wonogiri memiliki banyak sekali tempat rekreasi untuk menikmati waktu akhir pekan bersama keluarga.

Salah satunya adalah Taman Plintheng Semar, atau yang biasa dikenal oleh masyarakat Wonogiri dengan sebutan Plintheng Semar.

Letak taman tersebut berada di tengah pusat Kota Gaplek (sebutan untuk kota Wonogiri), tepatnya di Kelurahan Giripurwo. Apabila berjalan dari pusat kota, taman tersebut berada di kiri jalan jenderal Ahmad Yani.

Baca juga: Penjualan Antena TV Analog Naik di Wonogiri, Padahal Tahun Depan Ada Migrasi TV Analog ke Digital

Baca juga: Setuju dengan Penghapusan TV Analog, Pedagang Toko Elektronik di Wonogiri Harap Dapat Kompensasi

Daya tarik yang dimiliki taman tersebut adalah sebuah batu besar yang terletak di bagian selatan taman.

Batu tersebut memiliki ukuran yang sangat besar, kurang lebih setinggi 6 meter. Karena letak taman yang lebih tinggi daripada jalanan, batu besar itu seolah-olah berada di atas kepala.

Didekat batu besar tesebut, tumbuh sebuah pohon asam jawa yang sangat besar. Diameter pohon tersebut apabila dirangkul oleh empat orang dewasa tidak akan cukup, sangat besar.

Baca juga: Cabuk Wijen Hitam Khas Wonogiri, Melegenda hingga ke Luar Kota

Pohon asam jawa tersebut seolah-olah menopang batu besar yang ada di taman itu.

Lantaran keunikan tersebut, banyak pengendara yang melintas berhenti untuk melihat lebih dekat batu besar yang ada di Taman Plintheng Semar.

Baca juga: Tata Cara Pendaftaran Bantuan untuk UMKM di Wonogiri, Dibuka Mulai Hari Ini Sampai 6 Agustus 2021

"Mungkin orang-orang yang lewat itu penasaran kok bisa ada batu sebesar itu diatas jalan, seperti ditopang pohon lagi," ujar Supradi (51) warga yang tinggal di dekat Plintheng Semar pada Minggu (1/8/2021).

Selain masyarakat Wonogiri, Supradi juga mengatakan bahwa pengunjung di taman itu kebanyakan berasal dari luar Kota Wonogiri.

"Banyak yang mampir untuk beristirahat di taman sambil melihat keunikan batu, juga hanya untuk sekedar mengambil foto," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved