Berita Sragen Terbaru
Sosok Melisa, Pengusaha Sragen yang Sukses Ekspor Beras ke Arab Saudi: 31 Tahun Pertahankan Usaha
Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil. Seperti yang dilakukan pengusaha penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) asal Sragen, Melisa.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil.
Seperti yang dilakukan pengusaha penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) asal Sragen, Melisa Putri.
Usahanya selama 31 tahun sejak 1990 lalu, kini berbuah manis. Berasnya berhasil tembus sampai ke Arab Saudi.
Baca juga: Sebelum Meninggal, Korban Diduga Keracunan Takjil di Karanganyar Sempat Jemur Padi & Pergi ke Masjid
Baca juga: Roy Suryo Soroti Foto Jokowi Tinjau Para Ibu Tanam Padi Sendirian: Bocor di Belakang
Usaha penggilingan padinya berada di Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.
Dia mengekspor beras premium, dengan broken 5 persen.
Melisa telah memulai usaha penggilingan padi sejak tahun 1990, dari sang ibu.
Berkat konsistennya dalam berusaha, akhirnya mampu mengembangkan sayap hingga keluar negeri.
"Ekspor itu memang ada permintaan, dari pihak swasta di Arab Saudi, karena beras yang masuk baru dari Thailand dan Vietnam, mereka minta produk yang berasal dari negara muslim," jelasnya kepada TribunSolo.com, Jumat (30/7/2021).
"Karena ada peluang, kita langsung eksekusi, langsung ke pembelinya di Arab Saudi," ujarnya.
Baca juga: Awas Tikungan Jalan Lemahbang Gondang Rawan Kecelakaan, DPU PR Sragen: Itu Jalan Nasional
Baca juga: 3 Anggota Keluarga Balita yang Meninggal di Sragen Positif Covid-19: Sempat Batuk dan Pilek
Baca juga: Tangis Petugas Pemakaman Pecah, saat Memakamkan Balita di Sragen yang Meninggal Terpapar Corona
Baca juga: Pilunya Nasib Bocah 11 Tahun di Sragen, Selesai Isoman: Dikabari Ayah & Ibu Meninggal karena Corona
Usaha RMU milik Melisa terus berkembang.
Selain mencukupi permintaan Bulog, beras hasil gilingan RMU milik Melisa juga mampu memenuhi permintaan pasar.
Kini Melisa memiliki mesin penggilingan padi yang besar, serta punya 30 karyawan.
Dalam sehari, RMU milik Melisa dapat menggiling padi sebanyak 60 ton beras.
"Sebulan bisa seribu atau seribu dua ratus ton beras," singkatnya.
Menurut Melisa, RMU miliknya selalu mengambil hasil pertanian di wilayah Sragen, karena terkenal akan kualitasnya yang bagus, putih dan rasanya yang enak.
"Kalau panenan di Sragen habis, kita ambil ke wilayah Soloraya, Karanganyar, dan sebagainya," kata Melisa.
Melisa berniat akan terus mengembangkan ekspornya, meski kini dunia masih menghadapi pandemi covid-19.
"Target ekspor selanjutnya ke Brunei Darussalam, saat ini sudah ada permintaan," pungkasnya.
Kunjungan Mentan di Sragen
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Sragen, Jumat (30/7/2021).
Kedatangan Menteri Syahrul untuk meninjau Usaha Penggilingan Padi (RMU) di Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.
RMU tersebut, diketahui telah berhasil melakukan ekspor beras ke Arab Saudi.
Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, Syahrul Yasin Limpo akan memfasilitasi akses pasar untuk petani di Kabupaten Sragen.
"Kita akan fasilitasi semua kebutuhan ekspor, tidak hanya pengusaha besar, namun siapa saja, dengan syarat fasilitas yang mendukung, pasti kita bantu," ujarnya kepada TribunSolo.com, Jumat (30/7/2021).
Sebelumnya, diketahui Kabupaten Sragen masuk 10 besar daerah penunjang pangan di Indonesia.
Terpisah, anggota DPR RI, Luluk Nur Hamidah mengatakan petani dan pemilik usaha pertanian dapat mengajukan ekspor ke pemda setempat atau DPR.
Luluk juga akan mendorong pemerintah, agar serapan KUR bisa sampai ke petani di Kabupaten Sragen.
"Petani yang ada di Sragen bisa mendapat permodalan, KUR, serapan KUR bisa ditambahkan di Sragen, sosialisasi juga harus kencang," kata Luluk.
Selain itu, pemerintah juga akan menanggung biaya ekspor.
"Termasuk kedepan, bisa menambah RMU di Kabupaten Sragen.
Menurut Luluk, saat ini infrastruktur pertanian di Kabupaten Sragen sudah mumpuni.
"Secara infrastruktur sudah cukup lengkap, dari ketersediaan air, jalan usaha tani, mekanisasi dan alat pertanian, berikutnya dukungan sarana dan prasarana, termasuk akses pasar," jelasnya.
Luluk terus mendorong pemerintah, agar pemerintah dapat memastikan kebutuhan pertanian di Sragen terpenuhi.
"Kita akan terus ingatkan, karean sumbangsih pertanian untuk negara besar, kepentingan di Sragen itu yang harus dijaga, seperti memastikan ketersediaan pupuk, pengendali hama, termasuk alat pertanian," pungkasnya. (*)
Pencairan Bansos dan Beras
Bansos Tunai Rp 300 ribu akan dicairkan pada Juli 2021.
Bansos Tunai Rp 300 ribu bulan Mei dan Juni 2021 akan diberikan Rp 600 ribu sekaligus.
Baca juga: Penyebar Hoaks Bansos PPKM Darurat Ditangkap, Pelaku Raup Untung Rp1,5 Miliar, Begini Modusnya
nggaran untuk 10 juta penerima BST senilai Rp 6,1 triliun.
Beberapa dari Anda mungkin kini sedang mencari tahu cara mengecek dan pencairannnya.
Untuk mengetahuinya cekbansos.kemensos.go.id.
Dilansir dari TribunNews, Menteri Sosial, Tri Rismaharini, mengatakan penyaluran BST tersebut melalui PT Pos Indonesia.
“Penerima BST dan PKH menerima beras sebanyak 10 kg yang disalurkan oleh pihak Bulog bukan oleh Bank ya,” ujarnya.
Cara Cek Penerima Bansos Tunai Rp 600 Ribu
1. Buka laman cekbansos.kemensos.go.id atau klik di sini.
Tampilan layar akan muncul seperti gambar berikut:

2. Masukkan data sesuai yang diminta seperti:
- Provinsi;
- Kabupaten/Kota;
- Kecamatan;
- Desa/Kelurahan;
- Nama.
3. Masuskkan kode yang tertera di kotak bagian bawah.
4. Klik "Cari".
5. Laman akan menampilkan hasil pencarian data berupa alamat penerima, periode bansos, dan identitas penerima.
Sistem tersebut akan mencocokkan Nama Penerima dan Wilayah yang diinput dan membandingkan dengan nama yang ada dalam database.
Apabila sudah menerima bansos, maka pada kolom tertulis status "Sudah Salur", seperti gambar di bawah ini:

Baca juga: Cara Mengecek Bansos Tunai Rp 300 Ribu, PKH, dan BPNT Juni 2021, Siapkan KTP Anda
Cara Mencairkan BLT Rp 600 Ribu
Diberitakan Tribunnews.com, pencairan BLT Rp 600 ribu dilakukan di kantor kelurahan/desa masing-masing.
Namun ada juga pencairan BLT 600 ribu yang masih dilakukan di kantor pos.
Penerima BLT Rp 600 ribu akan mendapatkan surat undangan untuk mencairkan bantuan.
Surat undangan tersebut tampak seperti gambar berikut:

Baca juga: Jangan Terlewat, Ini 2 Jenis Bansos Kemensos Cair Sebelum Lebaran 2021, Cek Penerimanya Disini
Penerima bansos Rp 600 ribu wajib membawa KTP-el atau Kartu Keluarga (KK) yang asli serta surat undangan yang dibagikan.
Namun, dari yang dialami Tribunnews.com, penerima juga diminta untuk membawa KTP dan KK yang telah di-fotocopy.
Setiba di kantor pos, penerima wajib menunggu giliran untuk mencairkan bansos Rp 600 ribu.
Setelah menunjukkan KTP atau KK serta surat undangan, petugas akan men-scan barcode pada surat undangan.
Masyarakat akan langsung mendapat bansos Rp 600 ribu.
Petugas akan memfoto satu per satu penerima bansos lengkap dengan KK dan KTP sebagai bukti bahwa yang bersangkutan sudah mencairkan bantuan tersebut.
Tidak ada potongan apapun saat mencairkan dana bansos Rp 600 ribu di kantor pos.
Bila ada pemotongan dana bansos tunai Rp 600 ribu oleh petugas kantor pos, masyarakat diminta untuk melapor.
Caranya dengan menghubungi nomor WA 0812-2333-0332 (PT Pos Indonesia) atau 0811-10-222-10 (Kemensos RI) dengan melampirkan bukti terkait.
(Tribunews)