Berita Sragen Terbaru
3 Anggota Keluarga Balita yang Meninggal di Sragen Positif Covid-19: Sempat Batuk dan Pilek
Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sragen melakukan tracing dari kontak erat ADN, balita berusia 1,5 tahun asal Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen ya
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Agil Trisetiawan
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sragen melakukan tracing dari kontak erat ADN.
ADN sendiri merupakan balita berusia 1,5 tahun asal Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen yang meninggal dunia karena terpapar covid-19.
Menurut Kepala Desa (Kades) Bedero Pri Hartono, hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan covid-19.
Anggota keluarga ADN dilakukan pemeriksaan covid-19.
"Hasilnya tiga orang dirumahnya ikut positif covid-19. Yakni kakek, nenek, dan simbah buyutnya," katanya, Jumat (30/7/2021).
Baca juga: Tangis Petugas Pemakaman Pecah, saat Memakamkan Balita di Sragen yang Meninggal Terpapar Corona
Orangtua ADN sendiri negatif covid-19 saat dilakukan pemeriksaan.
Kakek, nenek, dan simbah buyut ADN sendiri sempat menunjukan gejala saat dilakukan tracing.
"Ketiga orang yang terpapar, sudag membaik, setelah mengalami gejala berupa pilek dan batuk," jelasnya.
Namun, mereka harus menjalani masa karantina selama 14 hari, dan kebutuhan hidupnya akan dibantu oleh pemerintah desa setempat.
Sementara itu, Satgas juga akan melakukan tracing terhadap tetangga ADN.
Pasalnya, saat ADN sakit selama dua minggu, banyak tetangga yang menjenguk.
"Bahkan nanti satu RT kita tracing," ucap Prihartono.
Tangis Pecah
Suasana haru mewarnai pemakaman ADN, balita 1,5 tahun yang meninggal dunia karena terpapar covid-19 di Sragen.