Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Tak Ada Panggilan, Puluhan ABK Pesiar Mewah Asal Nguter Sukoharjo Merana, Kini Alih Profesi Seadanya

Nasib tak menguntungkan harus diterima puluhan Anak Buah Kapal (ABK) pesiar mewah asal Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.

Penulis: Agil Tri | Editor: Asep Abdullah Rowi
KOMPAS.COM/Arsyip Syahbandar Labuan Bajo
ILUSTRASI : Kapal pesiar MV Sirena berlabuh di Perairan Pulau Komodo, Minggu (19/32017). Sebanyak 472 wisatawan asing turun dari kapal di Loh Liang untuk melihat Komodo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Nasib tak menguntungkan harus diterima puluhan Anak Buah Kapal (ABK) pesiar mewah asal Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.

Bagaimana tidak selama setahun dipulangkan ke Indonesia, belum juga dapat panggilan kerja.

Kenyataan ini berbanding terbalik saat sebelum adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Adapun Pengkol sendiri dikenal sebagai desa pelayaran di Solo Raya, karena banyak warganya menjadi ABK pesiar mewah di Amerika Serikat (AS) hingga Eropa.

Menurut Kades Pengkol, Sugiyo, ada sekira 65 orang warganya yang bekerja di kapal pesiar yang masih di rumah.

Baca juga: Kisah ABK Selamat dari Tragedi Tenggelamnya 14 Kapal di Kalbar, Bertahan 11 Jam Mengapung di Laut

Baca juga: Manfaat Wedang Uwuh Khas Nguter Sukoharjo untuk Jaga Stamina, Kini Banyak Dicari saat Pandemi

"Yang berangkat baru 7 orang, semuanya itu bagian loundry di kapal," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (4/8/2021).

Sementara untuk ABK lainnya di tempatkan pada posisi restoran maupun pada room yang semuanya masih berada di rumah.

"Yang lainnya juga ingin cepat-cepat berangkat. Tapi banyak yang belum dapat jadwal, dan ada yang ditunda juga keberangkatannya," ujarnya.

Hal ini berdampak pada ekonomi ABK kapal internasional itu.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved