Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Tak Ada Panggilan, Puluhan ABK Pesiar Mewah Asal Nguter Sukoharjo Merana, Kini Alih Profesi Seadanya

Nasib tak menguntungkan harus diterima puluhan Anak Buah Kapal (ABK) pesiar mewah asal Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.

Penulis: Agil Tri | Editor: Asep Abdullah Rowi
KOMPAS.COM/Arsyip Syahbandar Labuan Bajo
ILUSTRASI : Kapal pesiar MV Sirena berlabuh di Perairan Pulau Komodo, Minggu (19/32017). Sebanyak 472 wisatawan asing turun dari kapal di Loh Liang untuk melihat Komodo. 

Sebab, selama satu tahun ini mereka tidak mendapatkan pemasukan.

Sejumlah ABK memutuskan alih profesi, untuk mencukup kebutuhan ekonomi mereka.

"Banyak yang alih profesi, sambil menunggu jadwal keberangkatan mereka," katanya.

"Ada yang jualan online, jadi ojek online, hingga berjualan HIK," ujarnya.

Dia berharap, para ABK kapal ini bisa segera kembali bekerja seperti biasa kembali.

"Agar perekonomian mereka kembali pulih," jelas dia.

Ada yang Jual Jagung

Dua mantan Anak Buah Kapal (ABK) pesiar perusahaan asal Amerika Serikat (AS) banting stir jualan jagung bakar. 

Mereka adalah Muhammad Isqowi dan Anan Guntoro, Warga Desa/Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. 

Ya, pandemi Covid-19 ini membuat mereka dipulangkan ke tanah air, dan hingga saat ini mereka belum mendapatkan kontrak baru untuk berangkat berlayar. 

Baca juga: Inovasi Kuliner Warga Nguter Sukoharjo, Jagung Bakar 12 Varian Rasa, Ada Jagung Rasa Durian

Baca juga: Tips Memasak Makanan Bagi Usaha Kuliner Agar Terhindar Covid-19, Ingat Virus Menempel di Kaca 5 Jam

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved