Berita Wonogiri Terbaru

Kisah Kades Pasekan Wonogiri, Sekeluarga Ikut Isolasi Terpusat di Gedung PGRI: Kini Sembuh

Sebanyak 20 pasien yang menjalani isolasi pada fasilitas isolasi terpusat di gedung PGRI Wonogiri, telah dinyatakan "lulus" dan diperbolehkan pulang.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Sutaryo dan keluarganya berpose gembira saat akan pulang menuju ke kediamannya di Eromoko, Wonogiri. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Sebanyak 20 pasien yang menjalani isolasi pada fasilitas isolasi terpusat di gedung PGRI Wonogiri, telah dinyatakan "lulus" dan diperbolehkan pulang pada Kamis (12/8/2021).

Dari 20 pasien tersebut, salah satu pasien yang dinyatakan sembuh merupakan seorang kepala desa (kades).

Dia adalah Sutaryo, Kepala Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.

Baca juga: Ekspresi Gembira 20 Pasien Covid-19 Selesai Isolasi di Gedung PGRI Wonogiri: Kembali ke Keluarga

Baca juga: Daftar Tempat Isolasi Covid-19 di Karanganyar : BLK dengan Pamandangan Lawu hingga Gedung di Kerjo

Sutaryo menjalani isolasi di fasilitas isoter selama 10 hari, mulai hari Senin 2 Agustus 2021 hingga kemarin pada hari Kamis 12 Agustus 2021 dirinya dinyatakan sembuh dari paparan Covid-19.

Ketika diminta keterangan oleh wartawan, Sutaryo mengatakan, bahwa yang dilakukannya ini (menjalani isolasi di fasilitas isoter) bisa menjadi contoh kepada warganya.

"Semoga menjadi contoh apabila ada masyarakat yang terpapar, bisa langsung isolasi disini, agar memutus mata rantai penyebaran," kata dia Kamis (12/8/2021).

Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa saat menjalani isolasi di fasilitas isoter, pelayanan kesehatan dipantau selama 24 jam tanpa henti.

Baca juga: Bantu Proses Kesembuhan, Tempat Isolasi Terpusat di Klaten akan Dilengkapi Sarana Olahraga

Tak hanya itu, dia juga mengaku bahwa pelayan yang diberikan di sana luar biasa baik, sehingga dia berharap apabila ada yang terpapar untuk segera menjalani isolasi di sana.

Sutaryo mengatakan, bahwa dirinya menjalani isolasi bersama anak dan istrinya. Ketiganya pun dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang bersama.

"Saya disini bareng istri dan anak, alhamdulillah malam ini semuanya diperbolehkan pulang, terima kasih" imbuh Sutaryo.

Terpapar karena kluster keluarga

Sutaryo menjelaskan, awal mula dirinya terpapar virus korona ini karena dia merawat salah satu anggota keluarga yang meninggal akibat Covid-19.

"Positif karena ada keluarga saya yang meninggal, saya ikut merawat, mau tidak mau ya harus siap dengan resikonya," jelas Sutaryo.

Hal itulah yang menyebabkan dia bersama istri dan anak terpapar Covid-19.

Baca juga: Viral Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Pacitan Kosong Tanpa Dijaga Nakes, Pihak RS Ungkap Faktanya

Selama menjalani isolasi, tugas sebagai kepala desa sementara dilimpahkan ke pelaksana harian, yakni Sekretaris Desa.

Dia mengaku bahwa seluruh perangkat desanya tidak ada yang ikut tertular.

"Seluruh perangkat desa saya sudah dites dan negatif semua," tandas dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved