Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Setelah Dapat SK Kemenkumham, Partai Ummat Solo Siap Gerilya Cari Kader di Tingkat Kelurahan 

Partai Ummat besutan Amien Rais baru saja mendapatkan SK dari Kemenkumham dengan nomor: M.HH. Kep.13.AH.11.01 Tahun 2021.

Dokumen Pribadi Maryadi
Nama Maryadi Wowok muncul ke permukaan lantaran menjadi pentolan Partai Ummat di Solo. 

Maryadi mengklaim bahwa 60 persen kader Partai Amanat Nasional (PAN) akan masuk ke pengerusan partai ummat di Solo.

Apalagi sudah ada Deklarasi Nasional Partai Ummat yang dipimpin langsung Ketua Majelis Syuro, Amien Rais pada Kamis (29/4/2021) lalu.

"Melihat data yang ada mengarah akan terbetuknya kepengurusan setelah Lebaran 2021," ungkapnya.

Maryadi menambahkan,dirinya bakal mengebut untuk membentuk struktural partai.

Baca juga: Tokoh 212 ke Partai Ummat Buatan Amien Rais, Apa Alumninya Bakal Ikut Bergabung? Ini Kata Pengamat

"Kita sudah kantongi nama, 60 persen kader Partai Amanah Nasional ikut kita, dan ada kader dari Partai Hanura dan Partai Perlindo," ungkap.

"Setelah resmi jadi anggota, bakal kita buatkan kartu anggota," lanjutnya.

Dia mengaku optimis kader PAN lainnya akan mengikuti jejaknya.

"Itu konsekuensi, sanksi tegas pastinya pencopotan tak terhormat, tapi tak masalah kita akan menerima, akan kita tujukan jalan yang benar di rumah baru Partai Ummat," tegasnya.

Partai Ummat Bisa Gerus Kader PAN

Kehadiran Partai Ummat dalam kancah perpolitikan Indonesia berpotensi menggerus suara Partai Amanat Nasional (PAN).

Pengamat Psikologi Politik UNS Solo, Abdul Hakim mengatakan potensi itu tidak bisa ditampik mengingat keberadaan Amien Rais di dalam Partai Ummat.

"Partai Ummat sendiri lahir salah satunya karena kekecewaan Amien Rais terhadap PAN yang semakin merapat ke pemerintah," kata dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (1/5/2021).

"Oleh karena masuk akal jika dikatakan, yang paling terancam dengan kehadiran Partai Ummat adalah PAN," tambahnya.

Baca juga: Amien Rais Buat Partai Ummat & Menantu Ridho Rahmadi Jadi Ketum, Pengamat UNS : Menegaskan Oligarki

Baca juga: Partai Ummat Resmi Dideklarasikan, Pengamat Politik UNS : Loyalis Amien Rais di PAN Tengah Diuji

Apalagi, elektabikitas PAN dinilai menurun dan berada di bawah satu persen.

Itu didasarkan survei yang dilakukan Litbang Kompas mulai 27 Desember 2020 hingga 9 Januari 2021.

Dalam hasil survei Litbang Kompas, elektabilitas PAN berada di angka 0,8 persen.

"PAN semakin ditinggalkan oleh warga Muhammadiyah, basis utama mereka. Kehadiran Partai Ummat akan semakin menggerus suara PAN," ucap Hakim.

Dikatakan, melompatnya dukungan warga Muhammadiyah ke Ummat berpotensi membuat akar kultural PAN hilang.

"Tanpa dukungan warga Muhammadiyah, PAN kehilangan akar kulturalnya, menjadikannya partai mengambang atau catch all party," ujar Hakim.

"Jika Partai Ummat benar-benar berhasil menarik mayoritas warga Muhammadiyah, maka PAN tidak hanya kehilangan suara pemilih, tapi juga kader-kader yang menyeberang," imbuhnya.

Bila itu terjadi, PAN hanya akan menjadi partai medioker dalam kancah perpolitikan Indonesia.

"PAN terancam menjadi partai medioker. Jika tidak mampu mempertahankan pendukung tradisional-nya, sulit bagi PAN untuk bertahan di parlemen," jelasnya.

Ke Mana Gerbong 212?

Gerbong alumni PA 212 dan oposan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan partai yang didirikan Amien Rais, Ummat.

Sebut saja, mantan Ketua Garda 212 Ustaz Ansufri Idrus Sambo, Neno Warisman, Buni Yani, dan MS Ka'ban.

Menurut Pengamat Ketatanegaraan dan Politik Universitas Negeri Sebelas Maret  (UNS) Solo, Agus Riewanto, bergabungnya orang-orang tersebut, bisa membuat Partai Ummat menjadi kanal atas suara-suara mereka.

Apalagi semenjak Prabowo Subianto yang digadang-gadang memimpin rombongan oposisi merapat ke kubu Jokowi.

"Alumni 212 kecewa harapan ke Prabowo buyar karena (Prabowo) menjadi bagian dari kekuasaan," jelas dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (1/5/2021).

Amien Rais dan banyak tokoh deklarasi secara resmi Partai Ummat pada Kamis 29 April 2021.
Amien Rais dan banyak tokoh deklarasi secara resmi Partai Ummat pada Kamis 29 April 2021. (TribunSolo.com/Istimewa)

Baca juga: Partai Ummat Resmi Dideklarasikan, Pengamat Politik UNS : Loyalis Amien Rais di PAN Tengah Diuji

Baca juga: Amien Rais Resmi Deklarasikan Partai Ummat, Ini Kondisi Kantor PAN Sukoharjo : Normal Seperti Biasa

Keinginan mendirikan partai pun muncul dalam benak para alumni PA 212 untuk mengorganisasi suara-suara mereka.

Namun, itu arang terwujud sebelum adanya Ummat.

"Mungkin Amien Rais dalam rangka mengkanalisasi 212, harapannya bisa masuk ke tubuh Partai Ummat," ucap Agus.

Meski begitu, itu masih membutuhkan usaha lebih.

Mengingat para alumni PA 212, masih menjunjung tinggi Rizieq Shihab sebagai pimpinan mereka.

"(Belum tentu bisa) meraih semua tokoh alumni PA 212. Rizieq masih menjadi tokoh berpengaruh bagi mereka," ujar Agus.

"Mereka ingin dipimpin Rizieq bukan Amien Rais. Tapi, Rizieq masih bermaslah hukum," imbuhnya.

Daya pikat Amien dinilai sudah tidak sekuat dulu ketika momen 1998, karena menurut dia bukan sebagai eranya.

"Ini sudah beda karena momentum atau aura Amien Rais sudah cukup," terang dia.

"Tahun 1998, auranya tinggi, tapi ke sini, ini bukan zamannya Amien Rais," ujarnya.

Puji Amien Rais

Tokoh Mega Bintang Mudrick SM Sangidu memuji Amien Rais yang berani mendeklarasikan Partai Ummat.

Mudrick yang juga Eks Koordinator Relawan Prabowo-Sandi Solo Raya mengaku, menilai berdirinya Partai Ummat ini lahir dari inisiasi tokoh hebat.

“Amien Rais adalah tokoh yang sangat luar biasa dan inisiator berpengaruh dengan inisiasi mengusung partai baru ini,” kata dia kepada TribunSolo.com (1/5/2021).

Bahkan dia memprediksi hadirnya Partai Ummat yang dibuat mantan Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, akan menggoyah partai lain karena bakal besar dengan orang-orang berpengaruh di dalamnya.

Sebut saja selain Amien Rais, ada Neno Warisman, MS Kaban hingga Ustaz Ansufri Idrus Sambo yang selama ini dikenal dekat dengan kubu Prabowo saat Pilpres 2019.

"Besar kemungkinan dan pasti ada perpecahan (PAN)," terang dia.

Menurutnya melihat dari dari prinsip gebrakan yang dilakukan Amien Rais banyak yang mendukung dan menjadikan kiblat untuk melawan kedzoliman.

Mengingat lanjut dia, banyak partai pokitik yang beroposisi dan pro kepada pemerintah, sehingga Amien menginisiasi partai baru.

“Saya rasa umat Islam kritis dan mulai tertarik, bagus juga ya," aku dia.

Baca juga: Tak Gusar Amien Rais Resmi Dirikan Partai Ummat, PAN Sragen Sambut Sukacita, Sebut Bisa Kolaborasi

Baca juga: Ada Amien Rais di Balik Partai Ummat, PAN Karanganyar Yakin Tak Ada Perpecahan & Pembelotan Kadernya

Ke Mana Kader Muhammadiyah?

Disamping itu Mudrick melihat potensi dengan berdirinya partai anyar ini akan membuat gusar simpatisan dan kader partai lainnya yang satu ideologi.

“Mungkin dari pihak simpatisan, kader atau warga Muhammadiyah banyak yang pro dan mendukung inisiatif Amein Rais,  termasuk politisinya," papar dia.

“Ke depan saya prediksi partai ini akan membesar dan saya bertaruh banyak pengikut sebelumnya dari Partai PAN mengikuti jejak Amein Rais,” ujarnya.

Terlebih selain menjadi tokoh reformasi dan salah satu pendiri PAN, Amien Rais menurut dia salah satu tokoh muslim dan pernah jadi orang nomor satu di Muhammadiyah.

“Masa Muhammadiyah kan banyak, misal Partai PPP (P3) ada umat Nahdiyin, pasti banyak nanti ke depan yang turut mengembangkan lahirnya partai ini,” katanya.

Akhir kata, Mudrick mengaku mengucapkan selamat kepada Amien Rais dengan partai barunya dan tetap memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Bukan hanya mendukung, saya mengucapkan selamat kepada Partai Ummat, semoga sukses terus,” harap dia.

Ketua Umum Partai Ummat

Ridho Rahmadi menjadi sosok muda yang disorot kamera karena jabatan barunya sebagai Ketua Umum Partai Ummat.

Namanya terus meyeruak pasca deklarasi yang dipimpin Amien Rais.

Lantas siapakah Ridho Rahmadi?

Rhido merupakan ahli IT kelahiran 13 April 1985 yang merupakan menantu Amien Rais sendiri.

Amien dikenal sebagai pendiri sekaligus aktor deklarasikan Partai Ummat.

Sosok Ridho Rahmadi begitu ramah dan murah senyum.

Pria bergelar doktor dari Radboud University, Nijmegen, Netherlands itu mengaku siap menakhodai partai berlambang perisai bintang itu.

Rhido Rahmadi yang ditunjuk sebagai Ketum Partai Ummat saat deklarasi Kamis 29 April 2021 bersama pendiri Partai Ummat ada Amien Rais.
Rhido Rahmadi yang ditunjuk sebagai Ketum Partai Ummat saat deklarasi Kamis 29 April 2021 bersama pendiri Partai Ummat ada Amien Rais. (TribunSolo.com/Istimewa)

Baca juga: Partai Ummat Solo: Kantornya Belum Terlacak di Google, Adanya Akun Twitter

Baca juga: Amien Rais Deklarasi Partai Ummat, Reaksi PAN Solo : Bukan Pecahan PAN, Kita Nasionalis Bukan Agamis

Tribun Jogja mendapat kesempatan mewawancarai pria berusia 36 tahun tersebut secara eksklusif di ruang kerjanya, yakni Lompleks Pendopo Amien Rais Jalan Pandean Sari, Condongcatur, Kabupaten Sleman.

Senyum ramah Ridho menyambut tim redaksi Tribun Jogja pada Jumat (30/4/2021) siang.

Meski menjadi Ketum Parpol termuda di Indonesia, Ridho begitu sapaan akrabnya sangat percaya diri menjawab satu persatu pertanyaan dari Tribun Jogja.

Berikut petikan wawancara wartawan Tribun Jogja, Miftahul Huda dengan Ketua umum Partai Ummat Ridho Rahmadi:

Bagaimana proses penunjukan Anda menjadi Ketua Umum Partai Ummat?

Ketika partai ini mau dibangun, saya sudah niat mau mebantu Bapak (Amien Rais). Sempat pulang study (dari luar negeri) itu saya ikuti Bapak. Saya lalu bikin platform digital yang servernya milik kami sendiri, aplikasi polling berbasis IT, dan aplikasi survei saya sudah bikin untuk internal partai.

Lalu selanjutnya?

Waktu makin dekat perlu kepengurusan definitif. Muncul masukan dari Majelis Syuro Ustaz Ansufri Idrus Sambo yang mengusulkan nama saya ke forum Majelis.

Saat itu, apakah ada negosiasi kebatinan yang panjang untuk menerima penunjukan sebagai Ketua Umum Partai Ummat?

Beliau menyodorkan nama saya tidak ada negosiasi. Batin dan jasmani saya juga kaget. Sempat syok karena saya ditugaskan di IT dan ditunjuk jadi Ketum. Tapi saya niatkan Bismillah...saya siap.

Baca juga: Ada Partai Ummat, PAN Solo Siapkan Pemecatan Anggotanya yang Pilih Bergabung

Baca juga: Amien Rais akan Bertemu Habib Rizieq dalam Waktu Dekat, Ada Agenda Lobi Minta Dukung Partai Ummat?

Bagaimana respons orang-orang dekat, termasuk kawan di luar negeri setelah tahu saat ini sebagai Ketum Partai Ummat?

Mereka tidak ada masalah, semuanya positif. Bahkan teman SMP yang dulu jarang komunikasi sekarang mulai sambung lagi.

Bagaimana Anda akan membawa Partai Ummat?

Saya fokus dua hal ini, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Pertama terminologi investasi politik. Jadi itu terkait masuknya generasi muda ke kancah politik. Generasi muda ini sebagian Generasi Z.

Kemudian saya berangkat dari keprihatinan, karena kebanyakan anak muda makin ke sini, semakin tidak peduli dengan situasi bangsa.

Fokus yang kedua, terminologi investasi IT. Dan Artificial Intelligence (AI) kebetulan ini bidang yang saya dalami beberapa tahun lalu.

Saat ini negara telah mengintegrasikan pembangunan berkonsep IT. Akan tetapi pembangunan tersebut hanya sekedar sebagai pusat informasi saja.

Jika integrasi IT yang dikombinasikan dengan AI, bukan tidak mungkin jika hal itu mampu mendongkrak perekonomian bangsa.

Lebih jauh lagi bahkan bisa kami arahkan ke sistem pertahanan kelas dunia. Dan nyambung kapal selam KRI Nanggala 402 belum lama tenggelam. Sehingga secara konteks global negara kita bisa jadi referensi global.

Bagaimana pembentukan kepengurusan Partai Ummat di daerah-daerah?

Pemilu terdekat 2024, apabila sesuai jadwal yakni pada April. Artinya Partai Ummat masih memiliki waktu 2 tahun 6 bulan.

Itu artinya tahun ini kira-kira Oktober pendaftaran parpol menjadi badan hukum. Jadi kami bergegas untuk submit ke Kemenkumham bulan depan.

Strategi mengarungi pesta demokrasi bagaimana?

Overall optimis. Papua Barat melaporkan hampir 100 persen kabupaten sudah siap. Tentu strateginya percepat komunikasi pembentukan DPW ke bawah, kelengkapan dokumen begitu ready langsung bergerak.

Sudah berapa persen persiapannya?

Yang jelas sangat cepat, khususnya DIY cepat, Papua juga. Paling cepat DIY.

Target suara 2024 setelah SK Kemenkumham turun dan kiprah di pesta domokrasi pertama seperti apa?

"Kalau SK Menkumham sudah, daftar pemilu masuk dengan jarak dua tahun dengan proyeksi program-program riil Bismillah (hasil pemiliu) dua digit (persen). Itu optimisme sekaligus target kami.

Untuk menepis adanya isu persaingan dari partai terdahulu yang didirikan Amien Rais yakni PAN, bagaimana?

Saya pribadi tidak melihat itu sebagai isu. Saya melihat itu bukan masalah. Silakan bersaing sehat, konsep, dan berlomba mencari kebaikan. Dan Bapak itu orangngya begitu lembaran lama ditutup ya sudah, fokusnya lembaran yang baru.

Baca juga: Istana Bereaksi soal Isu Jokowi Presiden 3 Periode, Sebut Amien Rais Cuma Lontarkan Teori Konspirasi

Baca juga: 2 Pekan Jelang Lebaran, Perbatasan Karanganyar-Magetan Sepi, Wisatawan Swafoto di Jembatan Bancolono

Bagaimana meyakinkan para kader agar tidak terjebak pada fokus persaingan dengan PAN?

Kemarin kami tidak boleh sibuk mencari kesalahan pihak lain. Kami harus sibuk mencari konsep dan relefansi untuk ke depan.

Apakah Partai Ummat membidik kalangan muda?

Saya pikir fondasi religius ini makna secara luas. Memang demografinya ada kalangan anak muda, dan jika digabungkan dengan yang berpengalaman akan menjadi sebuah energi yang besar.

Konsolidasi pengurus di tengah pandemi bagaimana?

Selama ini intens komunikasi via zoom. Meski saat ini butuh bukti fisik untuk pengurusan administrasi di Menkumham. Tapi bisa diatasi.

Satu kata untuk Partai Ummat?

IT adalah salah satu faktor penciriannya. Tapi saya berharap lebih. Saya harap dengan IT bisa lebih mudah diterima Generasi Z.

Cara menggaet generasi milenial masuk ke Partai Ummat bagaimana?

Saya terbayang sosmed menjadi media terbesar. Dan paling besar masyarakat Indonesia main di YouTube. Ada 80 juta sekian. Saya akan berangkat lewat konten hukum berupa Podcast Rakyat.

Seperti apa konsepnya?

Jika kemenkumham lancar saya akan konsolidasi internal menyapa akar rumput tulang punggung partai. Mungkin akan memulai dari Papua. Itu membahas isu masyarakat dari sumbernya, dan background langsung di mana itu sumbernya.

Selain DIY, Papua termasuk wilayah diunggulkan Partai Ummat. Bagaimana ceritanya?

Bapak sangat konsern dengan Papua. Dan jangan salah konten beliau selalu memasukkan Papua, termasuk di buku terakhir yang beliau tulis ada satu bab tersendiri yang membahas soal Papua. Saya pikir masyarakat di sana (Papua) tahu persis figur Bapak.

Jadi saya pikir jika ada orang yang menilai kepemimpinan Bapak telah usang kok kurang tepat. Karena dari deklarasi kemarin mereka datang berjuang karena Bapak.

Sebagai penegasan, kapan target pengurusan partai beres?

Ini sekaligus mohon doa, kami mentrgetkan Insya Allah akhir Mei atau awal Juni. Tapi kan yang menilai dokumen itu bukan kami. Itu hanya target submit dari kami.

Deklarasi Partai Ummat

Partai Ummat besutan Amien Rais akhirnya secara resmi telah dideklarasikan, Kamis (29/4/2021).

Acara tersebut ditayangkan di akun YouTube Amien Rais Official pukul 13.00 WIB. 

Tampak dari tayangan itu, Amien Rais beserta tokoh-tokoh yang hadir menyanyikan Indonesia Raya sebagai pembukaan acara. 

Dalam kesempatan itu, Tribunnews.com melihat kehadiran dari Neno Warisman, Ridho Rahmadi, Tasniem Rais hingga Ustaz Ansufri Idrus Sambo. 

Deklarasi dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Amien Rais pun memberikan sambutan berkaitan dengan Partai Ummat, partai terbarunya setelah ia tidak lagi berada di kapal Partai Amanat Nasional (PAN).

“Partai Ummat bersama anak bangsa lainnya akan bekerja, berjuang dan berkorban apa saja untuk melawan kezaliman dan menegakkan keadilan di Indonesia,” ungkap Amien.

Baca juga: DPD PAN Solo Yakin Para Kadernya Tidak Akan Menyeberang ke Partai Ummat Buatan Amien Rais

Baca juga: Elite PAN Tak Yakin Akan Ada Bedol Desa Kadernya ke Partai Ummat Bentukan Amien Rais

Dalam deklarasi, Amien dan sejumlah anggota partai terlihat mengenakan kemeja dan jas berwarna hitam lengkap dengan aksen garis berwarna kuning keemasan.

Untuk anggota perempuan, mereka memadukan jas hitam itu dengan hijab warna kuning keemasan juga.

Di jas masing-masing anggota, terdapat lambang Partai Ummat berupa bintang yang berada di dalam kontak.

“Kami sadar, menegakkan kebajikan dan memberantas keburukan, memobilisasi dan menegakkan keadilan serta menumpas kezaliman butuh ketekunan dan ketangguhan,” katanya.

Ia juga menekankan, bahwa setiap ibadah yang dilakukan setiap anggota Partai Ummat didedikasikan hanya untuk Allah SWT.

“Kami yakin, semua mekanisme demokrasi dan konstitusi kita lebih dari cukup untuk melakukan kebaikan dan perbaikan nasional. Sehingga, kita tidak perlu cara ekstra parlementer dan ekstra konstitusional,” tandasnya.

Susunan Pengurus

Dalam kepengurusan, Amien Rais mengemban jabatan Ketua Majelis Syuro.

Selain Amien, di Dewan Majelis Syuro, ada juga MS Kaban sebagai Wakil Ketua I, Habib Thalib Segaf Adjufri menjadi Wakil Ketua II dan Ansufri Idrus Sambo sebagai Sekretaris.

Di Dewan Pengurus Pusat, politisi muda Ridho Rahmadi ditunjuk menjadi Ketua Umum.

Dia didampingi oleh Sekretaris Jenderal yang diisi oleh Ahmad Muhajir Sodruddin.

Sementara, untuk Bendahara Umum Partai Ummat adalah Benny Suharto.

Kursi Wakil Ketua Umum (Waketum) I diduduki oleh Agung Mozin, Waketum II adalah Sugeng dan Waketum II

Ketiganya merupakan politisi senior di Indonesia yang sebelumnya pernah berada di kapal Partai Amanat Nasional (PAN).

Baca juga: Partai Ummat Tak Jamin Bikin Eksodus Kader PAN, Pengamat Politik UNS : InI Bukan Zamannya Amien Rais

Baca juga: Respons PPP terhadap Partai Ummat Besutan Amien Rais: Ujiannya di Pemilu, Apakah Laku atau Tidak?

Dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Jogja, Agung Mozin mengatakan acara deklarasi Partai Ummat ini juga dilaksanakan di daerah.

“Yang mengharukan, kader partai di daerah urunan untuk membiayai acara mereka masing-masing. Mereka bantingan untuk bikin spanduk, seragam partai, kaus sampai makanan buka puasa,” katanya.

Ia mengaku optimis Partai Ummat memiliki masa depan yang baik di tengah kondisi politik yang tidak menentu saat ini.

Agung juga mengklaim elektabilitas Partai Ummat mencapai 1,5 persen sebelum dideklarasikan.

Dalam acara deklarasi, terlihat Buni Yani yang merupakan korban UU ITE beberapa waktu lalu terlihat ikut bergabung dengan Partai Ummat.

Selain Buni, tampak juga Neno Warisman, aktris tahun 1980-an yang kini aktif menjadi aktivis keadilan.

Cerita penunjukan Ridho

Agung Mozin membeberkan cerita dibalik penunjukkan Ridho Rahmadi sebagai ketua umum Partai Ummat

Agung menceritakan bahwa Ridho ditunjuk ketika mengikuti pertemuan di Hotel Grand Keisha Yogyakarta.

Ridho disebut tak bisa menolak panggilan itu meski selama ini fokus untuk berkhidmat dalam bidang teknologi informasi.

“Tetapi pangggilan mulia untuk berjuang melawan kezaliman dan menegakkan keadilan ini tidak bisa saya tolak,“ kata Ridho yang diceritakan oleh Agung, dalam keterangannya, Kamis (29/4/2021). 

Agung mengungkap pula latar belakang Ridho. Ridho disebutnya mendapatkan dua gelar master dalam bidang artificial intelligence (kecerdasan buatan) dari Czech Technical University di Praha, Republik Ceko dan Johannes Kepler University di Austria.

Setelah menyelesaikan PhD-nya di Belanda, Ridho sempat menjadi peneliti tamu di Carnegie Mellon University, AS.

Ridho aktif mengajar di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta sebelum bergabung dengan Partai Ummat

Namun sekarang dia mengundurkan diri untuk memenuhi peraturan yang berlaku.

Baca juga: Amien Rais Deklarasikan Partai Ummat dengan Tiga Kali Pekik Takbir

Di sisi lain, Agung mengatakan ditunjuknya ahli teknologi informasi Ridho Rahmadi adalah keputusan yang sangat tepat dari Majelis Syuro. 

Sebab, kata dia, partai politik sekarang memerlukan kepakaran dalam bidang ini untuk bisa bersaing dengan partai lain.

“Kita harapkan Mas Ridho membuatkan kita beberapa aplikasi yang berguna untuk pemenangan Partai Ummat,“ kata Agung.

Tidak cuma itu, Agung menambahkan usia Ridho yang masih milenial merupakan daya tarik tersendiri yang menjadi pertimbangan.

“Insya Allah Mas Ridho akan mampu menggaet sesama milenial untuk masuk Partai Ummat. Mereka mempunyai aspirasi, keinginan dan cita-cita yang sama. Mas Ridho sangat pas,“ kata Agung.

Dalam politik, kata Agung, integritas dan kapabiliitas saja tidak cukup. 

“Namun lebih dari itu, loyalitas kepada partai juga sangat penting. Insya Allah semua kriteria di atas sudah ada pada Mas Ridho," tandasnya. 

Majelis Syuro Partai Ummat

Ketua: Muhammad Amien Rais

Wakil Ketua I: MS Kaban

Wakil Ketua II: Thalib Aldjufri

Sekretaris: Ansufri Idrus Sambo

Dewan Pengurus Pusat Partai Ummat

Ketua Umum: Ridho Rahmadi

Wakil Ketua Umum I: Agung Mozin

Wakil Ketua Umum II: Sugeng

Wakil Ketua Umum III: Chandra Tirta Wijaya

Sekretaris Jenderal: Ahmad Muhadjir Sodruddin

Bendahara Umum: Benny Suharto (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Susunan Pengurus Partai Ummat: Amien Rais Ketua Majelis Syuro, Menantunya Jadi Ketua Umum

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Ketum Partai Ummat Ridho Rahmadi Siap Gandeng Anak Muda via Sosmed

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved