Berita Wonogiri Terbaru
Kisah Mujiyani Sentuh Hati AKP Marwanto, Satlantas Wonogiri Fasilitasi Ambulans untuk Berobat
Kisah Mujiyani menyentuh AKP Marwanto, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Wonogiri.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kisah Mujiyani menyentuh AKP Marwanto, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Wonogiri.
AKP Marwanto memberikan bantuan fasilitas ambulans gratis untuk antar jemput Mujiyani, warga Dusun Bulusari RT 2 RW 4, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri ketika berobat.
Seperti diketahui, Mujiyani menderita kanker payudara serta mengalami gangguan pada syaraf tulang ekornya, yang membuat dirinya hanya bisa terbaring di tempat tidurnya selama 5 tahun ini.
Baca juga: Kisah Sedih Mujiyani di Wonogiri, 5 Tahun Terbaring, Idap Kanker Payudara & Kaki Tak Bisa Digerakkan
Baca juga: Bahagia Randi Bachtiar Sembuh dari Kanker Getah Bening, Tasya Kamila: Selamat Atas Perjuanganmu
Awalnya, Marwanto ingin mencari rumah untuk dia tempati selama bertugas menjadi Kasatlantas di Polres Wonogiri.
Memang dia baru saja bertugas di Wonogiri pertengahan Agustus 2021 lalu, sebelumnya, pria asal Sukoharjo ini menjabat sebagai Kanit Regident Polresta Surakarta.
Saat mencari rumah itu, Marwanto mengetahui bahwa rumah Mujiyani dijual. Dihubungi lah Mujiyani oleh melalui telepon.
Baca juga: Lucinta Luna Ngaku Hamil, Dokter Ini Ungkap Fakta Medis, Singgung soal Kanker Testis
"Niat awalnya cari rumah, lalu dapat informasi rumah ibu itu mau dijual. Saya hubungi, kemudian ibu itu bilang kalau sakit parah, saya langsung kesana sama anggota," kata Marwanto Senin (30/8/2021).
Setelah mendatangi kediaman Mujiyani, ia lantas mengetahui bagaimana kondisi dan menanyakan terkait kondisi Mujiyani.
Mujiyani bercerita, kata dia, bahwa untuk melakukan terapi, Mujiyani harus membayar sewa mobil dan sopirnya untuk mengantarkan ke Rumah Sakit di Solo.
Baca juga: Pilunya Warga Magelang, Obati Kanker di Tawangmangu, Buka Bungkus Nasi Tiba-tiba Ambruk & Meninggal
Hal itu dirasakan sangat berat oleh Mujiyani, karena ia dan suaminya tidak bekerja dan hanya mengandalkan kiriman uang dari anaknya yang merantau.
"Saya ingin membantu, karena kondisinya cukup berat, kiriman uang dari anak kalau dihitung-hitung untuk kebutuhan sebulan tidak cukup," kata Marwanto.
Saat itu Marwanto secara spontan langsung menawarkan bantuan itu.
Tidak ada rencana, ketika melihat kondisi Mujiyani yang sangat menyayat hati, ia memutuskan untuk membantunya.
Ketika ditanya apakah akan ada bantuan selain fasilitas ambulans gratis, Marwanto belum memikirkan itu, bagi dia yang terpenting Mujiyani sudah tidak perlu menanggung biaya transportasi untuk terapinya.