Breaking News:

Berita Wonogiri Terbaru

Status Wonogiri Level 3, Sejumlah Pembatasan Ketat Masih Diberlakukan: Tempat Wisata Belum Buka

Sudah beberapa minggu berjalan Kabupaten Wonogiri masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti 

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Sudah beberapa minggu berjalan Kabupaten Wonogiri masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Meski begitu belum ada pelonggaran kebijakan untuk beberapa sektor di Wonogiri

Disampaikan oleh Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, pihaknya membeberkan kebijakan pembatasan ini adalah untuk mengatur mobilitas masyarakat.

Baca juga: Satpol PP Bubarkan Resepsi Pernikahan di Solo Hari Ini, Langgar Aturan PPKM Level 3 

Baca juga: Aturan Perpanjangan PPKM Level 3 di Boyolali, Hajatan Boleh Digelar: Undangan Maksimal 20 Orang

Walau kasus Covid-19 mulai melandai, pihaknya tak mau kecolongan dengan pelonggaran-pelonggaran yang diberikan. 

Meski begitu, Jekek sapaan akrab bupati, menegaskan bahwa pembatasan yang dilakukan bukan untuk mematikan pelaku-pelaku ekonomi. 

"Kita harus munculkan keseimbangan, maksudnya setiap kebijakan yang kita ambil melalui pengkajian yang matang," kata Jekek kepada TribunSolo, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Aturan PPKM Level 3 Terbaru Kota Solo: Kini Makan di Warung Bisa Lebih Lama, Sampai 1 Jam

Pembatasan itu juga berkaca dari kejadian meledaknya kasus corona di Wonogiri usai momen-momen tertentu. Dia mencontohkan, seperti misalnya usai lebaran, tahun baru dan idul adha.

"Kan setelah itu (libur panjang) ada jeda dulu baru meledak kasusnya. Itu harus jadi pembelajaran kita bersama," kata dia. 

Karena itu, di Wonogiri belum dilakukan uji coba pembukaan tempat wisata maupun pemberian izin untuk menggelar hajatan atau resepsi pernikahan.

Namun Jekek menyampaikan bahwa apabila level PPKM Wonogiri stabil atau bahkan turun, rumusan-rumusan kebijakan baru akan dipertimbangkan.

"Wisata belum kita buka dulu, pernikahan juga masih terbatas. Kita akan lihat kondisi yang ada di lapangan," jelasnya. 

"Kita tetap melakukan evaluasi, dari evaluasi itu nanti akan muncul kira-kira kebijakan apa yang harus diambil. Jadi kebijakan diambil dari analisis kondisi, " imbuh Jekek. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved