Berita Solo Terbaru
Pimpinan PKI DN Aidit Pernah Sembunyi di Solo, Rumah Persembunyiannya Kini Dibangun Pagar Tembok
Pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara Aidit alias DN Aidit, dieksekusi di Kabupaten Boyolali.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara Aidit alias DN Aidit, dieksekusi di Kabupaten Boyolali.
Sebelum berhasil ditangkap DN Aidit dikabarkan pernah bersembuyi di Kampung Sambeng, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Solo.
Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, titik lokasi persembunyian DN Aidit di Solo berada di rumah dengan tembok berwana hijau.
Baca juga: Akhir Kisah Tokoh Sentral PKI DN Aidit : Lari ke Jogja-Solo, Tertangkap, Lalu Dieksekusi di Boyolali
Baca juga: Simpang Siur Simpang Lima Boyolali dan G30S PKI : Masih Diyakini Jadi Tempat Eksekusi Mati DN Aidit
Terlihat dua rumah ini memiliki dua lantai dengan pagar berdinding yang cukup tinggi.
Selain itu, rumah tersebut juga memiliki pagar kayu yang besar dan teras dengan atap asbes.
Berdasarkan penelusuran TribunSolo.com, lokasi persembunyian DN Aidit berada di RT 3, RW 2, Kampung Sambeng, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.
Baca juga: Misteri Makam Tak Bernama di Teras Rumah Warga Tenggak Sragen, Ternyata Kuburan Massal Terduga PKI
Menurut keterangan warga di RT 3 RW 2, Kampung Sambeng, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, rumah tersebut sudah berubah.
Selain itu, rumah tersebut dikabarkan sudah lama berganti kepemilikan sehingga jejak-jejak peninggalan sejarah tak terlihat.
"Rumah itu sudah berubah, dan sudah ganti pemilik, kini rumah itu sudah lantai 2," singkat warga yang enggan disebut namanya tersebut.
Jejak DN Aidit di Boyolali
Sejarah tentang peristiwa pembantaian PKI masih terus diingat sampai saat ini.
Bahkan, Boyolali juga memiliki cerita tentang jejak Pimpinan PKI, DN Aidit.
Pimpinan PKI Dipa Nusantara Aidit harus segera melarikan diri.
Baca juga: Sejarah PKI di Boyolali, Ada Sosok Suali Dwidjo S: Pernah Jadi Bupati dan Dieksekusi Mati
Baca juga: Sosok Kades Jenar Sragen, Pembuat Baliho yang Sebut Enak Zaman PKI & Pasang Foto Bermasker di Kepala
Dikutip dari buku Indonesia dalam Arus Sejarah, Pasca Revolusi, karya Prof Dr Aminudin, DN Aidit pun kemudian melarikan diri ke Yogyakarta setelah menyerahkan pimpinan tertinggi PKI pada 2 Oktober 1965.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/rumah-dn-aidit-g30spki-di-solo.jpg)