Berita Solo Terbaru
Pimpinan PKI DN Aidit Pernah Sembunyi di Solo, Rumah Persembunyiannya Kini Dibangun Pagar Tembok
Pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara Aidit alias DN Aidit, dieksekusi di Kabupaten Boyolali.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Tongkat pimpinan CC PKI diserahkan ke Sudisman yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua III, karena saat pada saat itu Wakil Ketua I, Loekman sedang berada di Sumatera dan Wakil ketua II PKI, Nyoto ada di Jawa Tengah.
Dengan begitu seluruh urusan PKI sepenuhnya berada di bawah kendali Sudisman.
Baca juga: Kisah Kelam di Balik Waduk Kedung Ombo, Ada Hadiah Stempel PKI Bagi Penentang Proyek Kala Itu
Syam yang saat itu menjadi ketua Biro Khusus sekaligus sebagai ketua pelaksana G-30-S sudah tak melaporkan lagi setiap perkembangan gerakannya itu kepada Aidit melainkan kepada Sudisman.
“Tatkala Aidit ditanya oleh Komodor Dono Indarto tujuannya ke Yogyakarta, ia menjawab bahwa ia diperintahkan Presiden Soekarno untuk mempersiapkan tempat tinggal, karena kemungkinan Bung Karno akan ke Yogyakarta,” seperti dikutip dari Indonesia dalam Arus Sejarah, Pasca Revolusi, karya Prof Dr Aminudin Kasdi hal 515.
Perintah Presiden Soekarno itu hanya akal-akalan Aidit saja. Termasuk memanfaatkan fasilitas berupa pesawat Dakota dari Halim-Pangkalan Udara Adisucipto.
Baca juga: Ungkap Kemarahan Tolak RUU HIP, Massa Bakar Bendera PKI Berlambang Palu Arit di Depan Gedung DPR RI
Makanya, Aidit juga menolak tawaran para perwira Auri untuk mengantarkannya menemui Sri Paku Alam.
Aidit malah meminta untuk diantarkan ke rumah Soetrisno, Ketua CDB PKI Yogyakarta. Komodor Dono Indrato pun dengan tegas menolak saran salah seorang perwira yang berniat mengantarkan Aidit dengan mobil dinas gubernur AAU.
Aidit lalu menumpang mobil Morris dan mampu mengecoh para perwira yang mengikuti dari belakang.
“Karena tidak ada yang mengetahui rumah ketua CBD PKI, Mereka (para perwira) untuk kedua kalinya salah alamat. Mula-mula ke rumah ketua partai NU, kemudian ke rumah Ketua PNI,” kata dia.
Baca juga: La Nyalla Akui Jokowi PKI Hanya Karangan, Airlangga Hartarto Sebut Masyarakat Kini Sudah Pintar
Para perwira yang akhirnya menemukan rumah Soetrisno meninggalkan begitu saja, DN Aidit di rumah tersebut.
Hanya saja, mereka kemudian timbul pertanyaan besar. Dimana, kedatangan seorang Menko tidak menemui gubernur, tapi malah menemui ketua CDB PKI yang rumahnya terletak di tengah-tengah kampung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun selepas dari Jogjakarta, DN Aidit melarikan diri ke Solo. Saat di Solo awalnya, Aidit berada di wilayah Kleco yang kemudian pindah lagi ke rumah di Desa Sambeng, belakang Stasiun Balapan, pada 22 November.
Baca juga: Ada Kuburan Massal Terduga PKI di Teras Rumahnya, Pemilik di Tenggak Sragen: Tak Ada Kejadian Aneh
“konon ceritanya, Aidit bersembunyi di sebuah ruang rahasia dengan pintu lemari,” ujar Pegiat Sejarah, R Surojo.
Pasukan Kolonel Yasir Hadibroto yang berhasil menemukan Aidit kemudian melakukan interogasi. Setelah dilakukan introgasi, Yasir membawa Aidit meninggalkan Solo.
Melalui jalur utama Solo Semarang rombongan pembawa Aidit membawanya melaju lurus ke barat.
Baca juga: Ungkap Kemarahan Tolak RUU HIP, Massa Bakar Bendera PKI Berlambang Palu Arit di Depan Gedung DPR RI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/rumah-dn-aidit-g30spki-di-solo.jpg)