Breaking News:

Virus Corona

Terpukul Pandemi, Harta Kekayaan Donald Trump Merosot Rp 8 Triliun, Tak Masuk Daftar Orang Terkaya

Pandemi Covid-19 ternyata juga dialami oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

(Screengrab from YouTube)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan dua tangan untuk minum di sela memberi pidato saat upacara kelulusan West Point, New York. 

TRIBUNSOLO.COM - Pandemi Covid-19 ternyata juga dialami oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pasalnya nilai kekayaannya merosot jauh di masa pandemi.

Baca juga: Ingat Predator Seksual Reynhard Sinaga? Beredar Fotonya Penuh Luka Lebam, Dianiaya oleh Korban

Bahkan dirinya tak lagi masuk dalam 400 orang terkaya di Amerika Serikat.

Dilansir dari Forbes, Donald Trump terdepak dari daftar orang terkaya AS lantaran nilai kekayaannya merosot 600 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,52 triliun (kurs Rp 14.200).

Kini, nilai kekayaan Trump diperkirakan sebesar 2,5 miliar dollar AS (Rp 35,5 triliun).

Jumlah tersebut kurang 400 juta dollar AS (Rp 5,68 triliun) untuk masuk daftar 400 orang terkaya Amerika Serikat versi Forbes.

Trump sendiri telah menduduki posisi orang terkaya di Amerika Serikat sejak tahun 1997.

Ia menempati peringat separuh ke atas hingga tahun 2016 sebelum akhirnya merosot karena tak melakukan diversifikasi atas aset yang ia miliki.

Forbes melaporkan, sebenarnya lima tahun lalu, pejabat etika federal mendorong Trump untuk melepas aset real estatnya untuk memungkinkan ia melakukan investasi ke aset lain yang lebih likuid dan bebas dari konflik kepentingan.

Pejabat lain yang kala itu menjabat pun tak melakukan masukan dari pejabat etika federal untuk menghindari konflik kepentingan yang mungkin terjadi sebagai pejabat negara.

Namun, Trump memilih untuk mengacuhkan saran tersebut.

"Saya bisa menjalankan bisnis dan pemerintahan pada saat yang bersamaan," ujar Trump dalam konferensi pers sembilan hari sebelum ia memasuki Gedung Putih.

"Saya tidak menyukai pandangan terkait hal ini, tetapi saya meyakini saya mampu bila meyakini itu. Saya adalah satu-satunya yang bisa (menjalankan pemerintahan dan bisnis sekaligus)," ujar dia.

Baca juga: Ayah Korban Laka Tunggal di Delanggu Klaten Histeris, Sambil Menangis Teriak-teriak Panggil Anaknya

Trump pun memutuskan untuk mempertahankan aset yang ia miliki.

Kala itu, nilai dari aset Trump mencapai 3,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 49,7 triliun setelah dikurangi utang.

Berdasarkan skenario yang digambarkan Forbes, Trump bisa saja menginvestasikan dana yang ia dapatkan dari hasil menjual aset propertinya itu ke saham-saham indeks S&P 500.

Bila hal itu ia lakukan, kekayaan Trump tahun ini bisa meningkat menjadi sekitar 4,5 miliar dollar AS (Rp 63,9 triliun).

"Atau lebih kaya 80 persen dari kondisinya saat ini. Keputusannya untuk menolak diversifikasi, bisa dikatakan, telah membuatnya kehilangan kesempatan lebih kaya 2 miliar dollar AS," tulis Forbes.

Sebelumnya pernah berada di posisi 339

Tahun lalu Forbes mencatat, Trump yang juga merupakan konglomerat real estat di AS tersebut berada di posisi nomor 339 orang terkaya di Negeri Paman Sam.

Namun demikian, harta kekayaan Trump terkikis selama pandemi akibat tren penurunan kinerja industri properti selama setahun terakhir.

Di sisi lain, saham perusahaan teknologi, aset kripto, dan jenis aset lainnya justru meroket selama pandemi Covid-19.

(Kompas)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved