Berita Boyolali Terbaru

Bocah Masuk Tol Solo-Semarang Dipanggil Polisi, Mengaku Aksinya Demi Konten, Agar Dapat Like & Uang

Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Yuli Anggraeni mengatakan kelima anak tersebut dipanggil untuk memberikan klarifikasi terhadap viralnya masuk tol.

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/@boyolali_info
Sejumlah bocah masuk ke Tol Solo-Semarang di Desa Mudal, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Kamis (7/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Akhirnya sejumlah bocah viral asal Kabupaten Boyolali yang masuk Tol Solo-Semarang ditemukan.

Mereka dipanggil di Satlantas Polres Boyolali, Sabtu (9/10/2021).

Adapun informasi yang dihimpun TribunSolo.com, mereka hanya menunduk saat mendapatkan pembinaan karena merasa menyesal.

Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Yuli Anggraeni mengatakan kelima anak tersebut dipanggil ke kantor polisi untuk memberikan klarifikasi terhadap viralnya masuk tol.

Baca juga: Tak Ingin Kecolongan Bocah Masuk Tol, Pagar Tol di Boyolali Ditambah, Pakai Kontruksi Panel Beton

Baca juga: Temuan Petugas Trans Marga Jateng di Lokasi Bocah Masuk Tol Solo - Semarang: Pagar Pengaman Dirusak

"Kelima anak tersebut sudah kami panggil untuk datang ke kantor didamping orang tua masing-masing," ucap Yuli kepada TribunSolo.com.

Lanjut, Yuli mengatakan alasan mereka melakukan aksi nekatnya demi konten semata agar mendapat respon dan uang yang banyak.

"Mereka melakukan hal tersebut untuk cari konten ekstrim dan bikin postingan konten gaya-gayaan seperti itu supaya dapat like dan uang," kat dia.

Lanjut, ia menerangkan kelima orang tersebut merupakan warga Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.

Dia menuturkan mereka masih di bawah umur sehingga tidak diberikan sanksi.

"Masih pelajar kelas 8 SMP," ujar Yuli.

Namun lanjut dia, kelima orang tersebut dibina sehingga tidak mengulangi aksi membahayakan jiwa dan pengendara yang melintas di tol.

Lanjut, dia menghimbau kepada masyarakat jangan meniru aksi kelima anak tersebut dan selalu bijak menggunakan sosial media.

"Kita bina, karena apa yang dilakukan sangat berbahaya bagi keselamatan dan meminta mereka untuk tidak mengulangi perbuatannya," harap dia.

Baca juga: Tak Ribet, Habis Nikah KTP dan KK Baru Pengantin di Klaten Langsung Jadi, Lewat Program Tanduk Katah

Dibangun Beton

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved