Berita Wonogiri Terbaru

Pasar di Giritontro Wonogiri Terbakar, Ada 3 APAR Tetapi Tak Berfungsi, Sejumlah Kios Pun Ludes

Kebakaran menghanguskan sejumlah kios yang berada di Pasar Giribelah Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (9/10/2021).

Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Dok Damkar
Petugas memadamkan kobaran api di Pasar Giribelah Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (9/10/2021). 

Selain kios milik Kisdi, lapak milik Sukini dan Darmono juga terdampak, keduanya menjual bumbu dapur.

"Kerugian kios Bu Sukini ditaksir Rp 3 juta, kalau milik Pak Darmono ditaksir Rp 1 juta," aku dia.

Derita Pedagang di Sragen

Pasca terbakar pedagang di Pasar Janglot, Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen akan segera kembali membuka lapaknya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen, Tedi Rosanto mengatakan pedagang bersedia mengeluarkan dana pribadi untuk memperbaiki pasar.

"Sudah musyawarah dengan pedagang, intinya mereka siap swadaya sendiri, mereka meminta agar pasar bisa dibersihkan dari puing-puing yang terbakar," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Capaian Vaksinasi di Solo Tercoreng,Wali Kota Gibran Ungkap Ternyata Ada Warga Tolak Disuntik Vaksin

Baca juga: Sejarah Pasar Janglot : Pasar Terbesar di Tangen Sragen, Usianya Lebih Seperempat Abad

Selain itu, pedagang juga meminta untuk diberikan keringanan bahkan kebebasan penarikan retribusi.

"Keringanan retribusi sudah disampaikan Disperindag ke Bupati, nanti tinggal keputusan Bupati seperti apa," imbuhnya.

Revitalisasi Pasar Janglot menurut dia, belum bisa dilakukan dalam waktu dekat dikarenakan terbentur alokasi dana.

Diperkirakan, revitalisasi Pasar Janglot tidak akan dilaksanakan pada tahun 2021 bahkan tahun 2022.

"Revitalisasi pasar belum bisa dilakukan tahun ini dan tahun depan, untuk tahun depan baru kita ajukan DED (Detail Engineering Design)," paparnya.

Terkait lokasi revitalisasi, Disperindag Kabupaten Sragen masih akan mengkaji, apakah akan dipindah atau tetap sama.

"Karena didepan pasar juga ada sekolah, keluhan dari masyarakat aktivitas di pasar dianggap mengganggu, itu juga yang akan menjadi pertimbangan kita," jelasnya.

Pilunya Pedagang

Sudah hampir dua tahun dihantam pandemi, pedagang di Kabupaten Sragen harus merasakan pilu berkelanjutan.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved