Berita Wonogiri Terbaru
Luweng di Pracimantoro Wonogiri Sulit Dibuka, Ada Apa? Ditutupi Lapisan Batu Sangat Keras
Warga Dusun Gandu, Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro sedikit lega. Sebuah luweng berhasil ditemukan bisa mencegah banjir
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Tri Widodo
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI -Warga Dusun Gandu, Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro sedikit lega.
Pasalnya, potensi terjadinya banjir seperti tahun lalu pada saat musim hujan bakal teratasi secara permanen.
Baca juga: Harapan Warga Giritontro Sirna, Proyek Luweng Melikan untuk Sumber Mata Air Dihentikan,Ini Alasannya
Baca juga: Ini Penampakan Luweng di Pracimantoro : Lika-liku Penggalian 10 Hari hingga Kerahkan Orang Pintar
Upaya yang dilakukan relawan pencari luweng bersama warga telah membuahkan hasil.
Sebuah Luweng yang ada di wilayah dusun itu berahasil ditemukan dan saat ini sudah mulai dilakukan pengerukan kembali luweng tersebut.
Salah satu relawan, Saryono mengatakan upaya pencarian luweng di Dusun Dusun Gandu, Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro telah membuahkan hasil.
Hanya saja, saat ditemukan mulut luweng ini cukup sempit. Hanya selebar 10 X 30 sentimeter dan posisinya berada lebih ditinggi dari permukaan tanah di sekitarnya.
"Mulutnya sudah ada, tapi posisi tinggi sekitar delapan meter. Rencananya mau dikeruk biar rata dengan dataran yang biasanya banjir," jelasnya.
Dia menjelaskan, luweng tersebut diperkirakan memiliki kedalam vertikal kurang lebih 70 meter.
Luweng yang saat ditemukan hanya memiliki lebar mulut 10 X 30 sentimeter itu, bakal diperluas hingga berukuran sekitar 70 x 100 sentimeter.
Saryono menjelaskan, perataan tanah itu dilakukan agar saat terjadi hujan air bisa mengalir ke dalam luweng itu.
Tanah yang dikeruk diperkirakan memiliki panjang 20 meter dan lebar galian dua meter.
Diharapkan ketika nanti mulut luweng sudah rata dengan tanah, air hujan bisa tersedot kedalam luweng dan mengurangi potensi banjir.
Hanya saja, proses pengerukan ini tak mudah. Ada kendala selama proses pengerukan luweng ini dilakukan, misalnya lapisan batu yang sangat keras.
Sehingga proses pengerukkan ini diperkirakan bakal memakan waktu hingga dua pekan.