Berita Wonogiri Terbaru
Fenomena Makam Aneh di Wonogiri: Hanya Bisa Dilihat Saat Musim Kemarau Saja, Sebagian Masih Utuh
Puluhan makam kuno yang tersebar di wilayah Kecamatan Wuryantoro, Baturetno hingga Nguntoronadi ini hanya bisa dilihat saat Musim kemarau
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Tri Widodo
Surutnya Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri ternyata dimanfaatkan warga untuk nongkrong dan berjualan.
Penampakan waduk yang surut ini, mirip padang rumput yang luas.
Bahkan, warga juga memanfaatkan momen surutnya waduk ini untuk 'jalan pintas' ke arah Baturetno-Eromoko.
Baca juga: Eceng Gondok di Waduk Cengklik Boyolali Hilang, Suasana Lebih Indah: Wisatawan Meningkat
Bahkan dimanfaatkan warga untuk menikmati suasana sore.
Sebab, tempat itu tak selamanya ada, hanya ada di waktu tertentu khususnya saat musim kemarau panjang seperti ini.
Ketika musim penghujan, tempat itu merupakan daerah genangan air Waduk Gajah Mungkur.
Ya, terletak di perbatasan antara Kecamatan Baturetno dan Eromoko, daerah genangan air itu berubah menjadi padang rumput yang sangat luas.
Baca juga: Potret Indahnya Waduk Gajah Mungkur Dilihat dari Atas Bukit Wisata Watu Cenik
Baca juga: Wisata Watu Cenik: Menikmati Indahnya Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dari Atas Bukit
Pada musim kemarau seperti ini, air waduk akan surut dan menjadikan daerah itu menjadi padang rumput.
Banyak warga yang memanfaatkan kondisi itu.
Pantauan lapangan TribunSolo, Kamis (14/10/2021) sekitar pukul 16.30 WIB, ratusan orang memadati kawasan itu.
Ada yang sekedar nongkrong bersama keluarga maupun teman, bermain layang-layang maupun memanfaatkan ramainya pengunjung dengan berjualan.
Banyak yang ingin menikmati sore hari disana dikarenakan udara sangat sejuk dengan angin sepoi-sepoi dengan pemandangan hamparan hijau rumput.
Apabila langit cerah, bisa mengakhiri hari dengan memandangi sunset yang nampak perlahan menurun di balik pegunungan.
Bahkan, surutnya genangan waduk bisa dimanfaatkan masyarakat yang ingin menuju Eromoko dari Baturetno maupun sebaliknya.
Pasalnya, mereka tak perlu susah payah memutar jauh melewati tiga kecamatan yakni Kecamatan Giriwoyo, Giritontro dan Pracimantoro.