Berita Boyolali Terbaru

Termakan Kabar Hoax Pesawat Jatuh & Terbakar, Banyak Orang Berdatangan ke Bandara Adi Soemarmo Solo

Kabar hoax jatuhnya pesawat latihan tempur dan terbakar di Bandara Adi Soemarmo Solo dengan cepat menyebar luas, Sabtu (16/10/2021).

Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Tri Widodo
Polisi mendatangi lokasi yang diberitakan tak benar (hoax) melalui video di Bandara Adi Soemarmo Solo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (16/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kabar hoax jatuhnya pesawat latihan tempur dan terbakar di Bandara Adi Soemarmo Solo dengan cepat menyebar luas, Sabtu (16/10/2021).

Banyak warga termakan kabar itu lalu mendatangi lokasi kejadian yang berada di pinggir jalan Mangu-Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali malam hari ini.

Tak hanya warga saja, kabar hoax itu juga membuat relawan Tim SAR hingga aparat Polsek Ngemplak mendatangi lokasi kejadian.

Mereka pun dibuat geleng-geleng dengan kabar sesat dan bertanggung jawab itu.

Baca juga: Dicari Polisi : Penyebar Video Hoax Pesawat Jatuh hingga Terbakar di Bandara Adi Sumarmo Solo

Baca juga: HOAX, Video Pesawat Jatuh & Terbakar di Bandara Adi Soemarmo Solo, Info Sesat Itu Bikin Heboh Warga

Ternyata apa yang ada di hadapan mereka adalah sebuah lahan persawahan yang digarap oleh warga sekitar bandara.

Anggota Polsek Ngemplak yang mendapatkan informasi mengenai kabar hoax itu mendatangi petani penggarap yang membakar jerami itu.

Hal itu untuk memastikan jika video yang beredar itu tidak benar.

"Tidak benar kabar itu," kata anggota yang mengecek lokasi kepada TribunSolo.com.

Adalah Slamtet Santoso, warga RT 1 RW 1 Desa Sindon, salah satu petani yang menggarap lahan di kawasan Bandara Adi Soemarmo itu.

Dia mengaku sebelum membakar sampah jerami ini sudah mendapatkan izin dari pengelola bandara.

"Karena perbangannya (jadwal penerbangan atau kedatangan pesawat) tidak ada, kami membakar jerami ini setelah panen," ujarnya di hadapan polisi.

Dia mengaku membakar jerami ini sekira pukul 18.30 WIB, sementara pembakaran jerami ini baru habis setelah lebih dari 1,5 jam.

"Selama pembakaran jerami ini, kami juga menjaganya, supaya tidak terjadi hal yang tak diinginkan," aku dia.

Pantauan TribunSolo.com lokasi yang pembakaran jerami merupakan sebuah sawah, karena kebiasaan habis panen.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved