Berita Wonogiri Terbaru
Pembelajaran Tatap Muka di Wonogiri, SDN 2 Purworejo Belum Wajibkan Siswanya Berseragam
Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai dari jenjang SD hingga SMA di Wonogiri resmi dimulai pada Senin (18/10/2021).
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai dari jenjang SD hingga SMA di Wonogiri resmi dimulai pada Senin (18/10/2021).
Hal tersebut disambut baik oleh banyak pihak, mulai dari guru, orang tua atau wali, tak terkecuali siswa-siswa itu sendiri.
Sejumlah aturan pun diberlakukan, seperti halnya harus memakai masker, melakukan screening kondisi tubuh sebelum masuk sekolah, kewajiban menjaga jarak dan banyak aturan lainnya.
Baca juga: Mulai Besok, Setiap Pagi Gibran Bakal Sidak Sekolah di Solo yang Menggelar PTM
Baca juga: Kronologi Temuan Klaster Sekolah Tatap Muka di Solo: Berawal dari Tracing
Seperti misalnya yang diberlakukan di SD Negeri 2 Purworejo, Kecamatan Wonogiri. Pihak sekolah belum mewajibkan siswanya untuk memakai seragam.
Aturan tersebut diterapkan melihat kondisi ada siswa yang belum memiliki seragam.
Ada banyak alasan, karena sudah tidak muat dipakai ataupun belum membeli seragam baru.
Baca juga: Awal Pekan Depan, Sekolah di Wonogiri Sudah Boleh PTM: Secara Terbatas dan Wajib Prokes
"Kita melihat kondisi orang tua juga, tidak semua orang tua kan bisa membelikan secara mendadak seragam untuk anaknya," kata Kepala SD Negeri 2 Purworejo, Erny Litasari, Selasa (19/10/2021).
Atas dasar itu, dalam satu minggu kedepan, pihaknya belum mewajibkan siswanya untuk memakai seragam.
Namun, bagi yang sudah memiliki seragam, juga tak dilarang apabila ingin dipakai.
Baca juga: Vaksin Pelajar di Klaten: Baru Pertama Kali, Langsung Sasar 7 Sekolah di Delanggu Sekaligus
Dia mengatakan, tak ingin timbul gejolak ada siswa yang tidak mau sekolah hanya karena masalah seragam.
Pantauan TribunSolo.com di lapangan, seluruh siswa di kelas IV memang belum memakai seragam. Siswa memakai seragam bebas namun tetap bersepatu.
Kendati demikian, hal tersebut tak berpengaruh pada proses pembelajaran. Siswa tetap antusias mengikuti pelajaran, menyahut pertanyaan-pertanyaan guru dan mengerjakan tugas.
Baca juga: Ambil Tugas Sekolah Pakai Tas Kresek, Perjuangan Siswa MTs di Sulawesi Tengah Ini Tuai Pujian
Sementara itu di kelas VI, ada beberapa siswa yang memakai seragam, ada juga yang belum berseragam. Namun kondisi itu juga tak mengganggu proses pembelajaran.
"Kita kasih waktu ke orang tua, mungkin bisa lebih siap dalam satu minggu. Tapi kalau untuk satu minggu pertama kita belum bisa mewajibkan, kita lihat kondisi dulu," jelasnya.