Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Update Klaster Pembelajaran Tatap Muka di Solo, Total 8 Sekolah: 68 Orang Terpapar Covid-19

Klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Solo masih terus bertambah. Kini total 8 sekolah yang masuk dalam klaster PTM di Solo. 

Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI : Petugas menata hasil swab test saat tracing untuk mengetahui terjangkit atau tidak Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Solo masih terus bertambah. 

Kini total 8 sekolah yang masuk dalam klaster PTM di Solo. 

Sekda Solo sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengatakan, tambahan kasus diketahui di SMPIT Nur Hidayah dengan 1 kasus positif Covid-19.

Baca juga: Update PTM di Klaten : Masih Bebas dari Jeratan Penularan Covid-19, Tapi Sekolah Tetap Batasi Siswa

Baca juga: Kesaksian Orangtua yang Siswanya Terpapar Covid-19 di Sekolah Solo : Padahal Prokesnya Ketat Sekali 

 "Ada satu sekolah lagi, total sementara ada 68 kasus ditemukan dari kegiatan PTM di sekolah," ujarnya, Jumat (22/10/2021).

Temuan kasus di SMP ini merupakan hasil kegiatan surveilans.

Saat ini untuk tracing sedang dilakukan dan hasilnya belum keluar.

Baca juga: Terharunya Anak dan Istri, Nama Almarhum Suaminya Sang Aktivis Sekolah Sungai, Jadi Taman di Klaten

"Tracing dilaksanakan dengan swab PCR dari Dinas Kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 8 Surakarta, Triad Suparman membenarkan hari ini siswa dan guru melakukan tracing kedua. Setelah adanya 11 siswa yang Positif Covid-19.

"Hari ini total ada 10 kelas yang melakukan swab PCR dengan 310 siswa ditambah ada 18 Mahasiswa Magang, dan 53 Guru, hasilnya kemungkinan besok keluar," ujarnya kepada TribunSolo.com, Jumat (22/10/2021).

Saat dilakukan swab PCR, Triad mengatakan banyak siswa yang merasa takut.

Baca juga: Siswa Sejumlah Sekolah di Wonogiri Gigit Jari, Belum Bisa Belajar Tatap Muka karena Terbentur Vaksin

"Takut wajar, ada yang mengeluh sakit saat swab di hidung, tapi kami berikan pengertian," ujarnya.

Saat ini pembelajaran tatap muka di SMPN 8 Surakarta ditutup selama 1 bulan. 

Triad mengaku siswanya masih bisa melakukan pembelajaran seperti biasanya.

"Tetap sesuai jadwal baik yang positif atau tidaknya karena keadaan OTG, jadi masih bisa belajar meskin dengan PJJ," ujar. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved