Berita Karanganyar Terbaru

Di Karanganyar, Menko PMK Muhadjir Effendy Ungkap Alasan Hapus Cuti Bersama Nataru

Pemerintah menghapus cuti bersama Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini. Itu disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy.

Tayang:
Penulis: Desty Luthfiani | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Agil Tri
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy. 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Desty Luthfiani

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pemerintah menghapus cuti bersama Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini. 

Soal penghapusan cuti bersama ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy membeberkannya saat berkunjung ke Karanganyar kemarin, Rabu (27/10/2021).

Meski dihapus, Muhadjir Effendy memastikan karyawan tetap mendapatkan hak untuk cuti bulan-bulan berikutnya.

"Tahun ini tidak ada cuti bersama, tapi kalau cuti ada karena itu hak karyawan," ungkapnya saat berada di Kabupaten Karanganyar, Rabu (27/10/2021).

Dia beralasan, penghapusan cuti bersama saat momen Nataru untuk menghindari adanya prediksi gelombang III Covid-19 yang mengancam Indonesia.

Baca juga: Ada Usulan Libur Nataru Dihapus Demi Antisipasi Covi-19, Begini Kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Baca juga: Meski Cuti Bersama Dihapus, Pemkab Sragen Waspadai Libur Nataru, 11 RS Diminta Siaga Tangani Corona

"Untuk menghindari wabah Covid-19 gelombang 3 jangan sampai terjadi di Indonesia," aku dia.

Untuk memperkecil resiko, pemerintah menekan mobilitas interaksi masyarakat dari tempat ke tempat lain secara besar-besaran alias mudik.

Dia khawatir, karena di berbagai negara mengalami kenaikan kasus Covid-19 kembali meski vaksinasi sudah mencapai 80 persen.

"Karena tren di berbagai negara mengalami kenaikan drastis. Bahkan di Israel yang vaksinasinya di atas 80 persen juga mengalami kenaikan," jelas dia.

Termasuk dia mewanti-wanti, jika event tahunan seperti perayaan Tahun Baru harus diwaspadai sebagai klaster besar-besaran.

"Saya mohon pengertian dan kesadarannya bahwa pemerintah meniadakan cuti bersama itu semata-mata untuk kebaikan dan keselamatan warga negara," aku dia.

Sementara soal standarisasi, pemerintah memperbolehkan warga negara asing mengunjungi ke daerah wisata terutama daerah, dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Standarnya harus sama, misal PCR disana standarnya lebih rendah dibanding kita, nanti tes di sini (Indonesia) tidak nyambung, itu tidak boleh terjadi," jelasnya.

Kata Ganjar Pranowo

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved