Berita Solo Terbaru
Ormas Tikus Pithi Resmi Jadi Partai Kedaulatan Rakyat, Pasang Target Bisa Ikut Pemilu 2024
alah di Pilkada Solo 2020 tak membuat Ormas Tikus Pithi Hanata Baris kapok. Sebaliknya, Ormas itu kian memantabkan diri dalam kancah perpolitikan
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Tri Widodo
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kalah di Pilkada Solo 2020 tak membuat Ormas Tikus Pithi Hanata Baris kapok.
Sebaliknya, Ormas itu kian memantabkan diri dalam kancah perpolitikan nasional.
Hal itu tunjukkan dengan menjadikan Ormas Tikus Pithi sebagai partai politik (Parpol) yang diberi nama Partai Kedaulatan Rakyat (PKR).
Baca juga: Setelah Kalah dari Gibran di Pilkada Solo, Kini Tikus Pithi Dirikan Partai Kedaulatan Rakyat
Baca juga: Ingat Tikus Pithi, Ormas Pengusung Rival Gibran di Pilkada Solo? Besok Jadi Partai Kedaulatan Rakyat
Tak main-main, untuk menunjukkan keseriusannya dalam dunia perpolitikan, deklarasi partai baru ini dilakukan Hari Sumpah Pemuda pada Kamis (28/10/2021).\
Deklarasi itu digelar Hotel Adhiwangsa, Solo. Acara deklarasi ini dimulai sekira pukul 12.30 WIB.
Ketua Umum PKR Tuntas Subagyo menyebut saat ini sudah l ada 19 provinsi di Indonesia yang telah bergabung dengan PKR.
"Deklarasi ini (untuk) mengenalkan kedaulatan rakyat seluruh Indonesia, dengan kader-kader dengan total 19 Provinsi," ujar Tuntas kepada Tribunsolo.com Kamis (28/10/2021).
Tuntas mengatakan icon PKR ini merupakan Punakawan.
Punakawan yang memiliki arti masyarakat umum, diharapkan dapat mengakomodir kepentingan masyarakat.
Untuk itu, sebagai partai baru, Tuntas yakin bisa memberi warna dalam kontestasi pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang.
"Targetnya saat ini jelas. Berusaha penuh dengan lembaga legislatif," ujarnya.
Target itu baginya masih realistis.
Baca juga: Partai Ummat di Mata Kader PAN: Bisa Jadi Ancaman Tapi Belum Tentu Mampu Jadi Peserta Pemilu
Baca juga: Pileg Masih 3 Tahun Lagi, Henry Indraguna Sudah Blusukan ke Daerah : Jangan saat Pemilu Saja Bekerja
PKR yang memiliki kader militan dan loyal tak sulit untuk diajak gotong royong bersama-sama membesarkan partai ini.
Bahkan, pendirian struktur PKR hingga tingkat kabupaten atau kota ini berhasil dilakukan melalui gotong royong para kader.
" Alhamdulillah atusias semua menginginkan demokrasi dengan PKR," ujarnya.
Warnai Demokrasi
Pengalaman kalah di Pilkada Solo 2020 lalu tak membuat Ormas Tikus Pithi kapok berpolitik.
Organisasi masyarakat (ormas) pimpinan Tuntas Subagyo kini muncul dengan barisan partai politik mereka.
Tuntas mendirikan Partai Kedaulatan Rakyat (PKR).
Seperti diketahui, pada Pilkada Solo 2020 lalu, Tikus Pithi maju melalui jalur independen mengusung pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo.
Namun, mereka masih kalah dengan PDIP yang mengusung Gibran - Teguh saat itu.
Sementara, terkait PKR ini, Tuntas mengatakan, tujuan pendirian PKR ingin untuk memberi warna baru terhadap demokrasi di Indonesia, dengan menampilkan partai tersebut milik Rakyat.
Baca juga: Hasil Audit Dana Kampanye Pilkada Solo : Gibran -Teguh Habiskan Rp 3,2 Miliar, Bajo Rp 153 Juta
Baca juga: Cuma Keruk 35.055 Suara, Perolehan Suara Bajo Rival Gibran Lebih Rendah dari Jumlah Suara Tidak Sah
"Selain itu juga ingin membuka potensi bagi seluruh masyarakat Indonesia, untuk bisa mengabdikan diri di jalur legislatif maupun eksekutif demi memajukan bangsa dan negara," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Rabu (27/10/2021).
Menurutnya, kini PKR sudah menyebar di 34 provinsi di Indonesia, namun yang sudah memiliki surat keputusan (SK) baru di 19 provinsi.
Fokus PKR saat ini bisa bersaing dengan Partai politik lainnya agar dapat meramaikan kontestasi pemilihan legislatif 2024.
Partai Kedaulatan Rakyat telah berkomitmen akan menjadi partai yang independen, serta akan menjadi oposisi yang bijak.
"Idealisme kita independen, kita akan menjadi penengah dan pengarah, dan kita hanya akan berkoalisi dengan rakyat, bukan dengan parpol," tegasnya.
"InsyaAllah ini adalah partai murni aspirasi dari rakyat," imbuhnya.
Adapun dia menambahkan, Partai Kedaulatan Rakyat (PKR) akan dideklarasikan pada Kamis (28/10/2021).
Deklarasi yang mengusung tema "Hitamkan Solo" digelar besok di Tugu Kebangkitan Nasional Solo, sekitar pukul 11.00 WIB.
Baca juga: Rival Gibran Bajo Absen Rapat Pleno KPU: Bagyo Bikin Pelatihan Kerja, Suparjo Kembali Jadi Guru Las
Bajo Keok Lawan Gibran
Rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kota Pilkada Solo 2020 telah selesai, Rabu (16/12/2020).
Pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa berhasil menjaga ruh Kota Solo sebagai kandang banteng.
Ya, pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu menang telak atas lawannya Bagyo Wahyono - Fx Supardjo (Bajo).
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Salshabilla Adriani di Kemang: Mobil Sempat Oleng Lalu Tabrak 2 Mobil
Baca juga: Bocah 4 Tahun Babak Belur Dianiaya Tetangga Setelah Dituduh Rusak Tanaman Hias, Korban Alami Trauma
Gibran - Teguh merajai perolehan suara 5 kecamatan di Kota Solo. Diantaranya Kecamatan Laweyan, Serengan, Pasar Kliwon, Jebres, dan Banjarsari.
Total Gibran - Teguh meraup suara sebanyak 225.451 suara, sementara Bajo hanya 35.055 suara.
Kecamatan Banjarsari menjadi wilayah penyumbang suara terbanyak bagi pasangan tersebut.
Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kota Pilkada Solo 2020, Gibran - Teguh berhasil meraup 72.786 suara di Kecamatan Banjarsari.
Sementara, Bajo hanya mendapatkan 11.472 suara.
Berikut TribunSolo.com sajikan rincian perolehan suara pasangan calon yang berlaga dalam Pilkada Solo 2020 tiap kecamatan :
1. Laweyan
a. Gibran - Teguh : 35.519 suara
b. Bagyo - Supardjo : 6.626 suara
2. Serengan
a. Gibran - Teguh : 20.559 suara
b. Bagyo - Supardjo : 3.241 suara
3. Pasar Kliwon
a. Gibran - Teguh : 31.793 suara
b. Bagyo - Supardjo : 5.259 suara
4. Jebres
a. Gibran - Teguh : 64.794 suara
b. Bagyo - Supardjo : 8.457 suara
5. Banjarsari
a. Gibran - Teguh : 72.786 suara
b. Bagyo - Supardjo : 11.472 suara.
Parpol Rakyat
Ingat barisan kelompok yang mengatasnamakan Tikus Pithi pengusung calon wali kota dan wakilnya independen penantang Gibran Rakabuming Raka?
Organisasi masyarakat (ormas) pimpinan Tuntas Subagyo yang pernah mengusung Bagyo Wahyono-FX Supardjo dalam Pilkada 2020, dipastikan mendirikan partai baru.
Parpol itu bernama Partai Kedaulatan Rakyat (PKR).
Menurut Tuntas, tujuan pendirian PKR ingin untuk memberi warna baru terhadap demokrasi di Indonesia, dengan menampilkan partai tersebut milik Rakyat.
Baca juga: Hasil Audit Dana Kampanye Pilkada Solo : Gibran -Teguh Habiskan Rp 3,2 Miliar, Bajo Rp 153 Juta
Baca juga: Cuma Keruk 35.055 Suara, Perolehan Suara Bajo Rival Gibran Lebih Rendah dari Jumlah Suara Tidak Sah
"Selain itu juga ingin membuka potensi bagi seluruh masyarakat Indonesia, untuk bisa mengabdikan diri di jalur legislatif maupun eksekutif demi memajukan bangsa dan negara," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Rabu (27/10/2021).
Menurutnya, kini PKR sudah menyebar di 34 provinsi di Indonesia, namun yang sudah memiliki surat keputusan (SK) baru di 19 provinsi.
Fokus PKR saat ini bisa bersaing dengan Partai politik lainnya agar dapat meramaikan kontestasi pemilihan legislatif 2024.
Partai Kedaulatan Rakyat telah berkomitmen akan menjadi partai yang independen, serta akan menjadi oposisi yang bijak.
"Idealisme kita independen, kita akan menjadi penengah dan pengarah, dan kita hanya akan berkoalisi dengan rakyat, bukan dengan parpol," tegasnya.
"InsyaAllah ini adalah partai murni aspirasi dari rakyat," imbuhnya.
Adapun dia menambahkan, Partai Kedaulatan Rakyat (PKR) akan dideklarasikan pada Kamis (28/10/2021).
Deklarasi yang mengusung tema "Hitamkan Solo" digelar besok di Tugu Kebangkitan Nasional Solo, sekitar pukul 11.00 WIB.(*)