Berita Karanganyar Terbaru
Kasus DBD di Karanganyar Mengganas, 2 Orang Sampai Meninggal, DKK Gencar Gerakkan Lenyapkan Nyamuk
DKK Karanganyar, Winarno menyampaikan, Kecamatan Karanganyar menjadi salah satu wilayah yang masuk kategori kelurahan endemis DBD.
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Menjelang musim penghujan, kasus demam berdarah (DBD) di Kabupaten Karanganyar kian mengganas.
Tercatat pada pekan ke-40, ada sebanyak 235 kasus DBD dan 2 kematian akibat DBD.
Kasi P2P Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Winarno menyampaikan, Kecamatan Karanganyar menjadi salah satu wilayah yang masuk kategori kelurahan endemis DBD.
Untuk itu DKK melalui Puskesmas Karanganyar meluncurkan gerakan serentak gerakan lenyapkan sarang nyamuk (Serap Nyamuk).
Baca juga: Lowongan Kerja Solo: Dibutuhkan Operator IT Penempatan di Surakarta, Pendidikan Minimal SMK
Baca juga: Kabar Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Sungai Musi Kembali Mencuat, Sempat Hebohkan Media Dunia
Pasalnya selama ini disebut, kasus terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Tasikmadu, Kebakkramat II, Jaten II dan Karanganyar.
Sedangkan kasus kematian terjadi di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I dan Gondangrejo.
Adapun secara keseluruhan di Karanganyar terdapat sekitar 50-an desa endemis DBD.
Wilayah yang dikategorikan menjadi desa/kelurahan endemis itu manakala terdapat kasus DBD selama 3 tahun berturut-turut di satu wilayah.
Adanya Sergap Nyamuk menjadi satu upaya untuk mencegah munculnya kasus DBD.
"Ini salah satu bentuk inovasi yang dilakukan Puskesmas Karanganyar dalam rangka gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk), untuk menekan kembang biak nyamuk supaya tidak menjadi vektor DBD," katanya.
Dia menuturkan, efektifnya Sergap Nyamuk dapat diketahui dari hasil pemantauan angka bebas jentik nyamuk secara berkala.
Lanjutnya, angka bebas jentik nyamuk itu minimal 95 persen.
Sehingga kegiatan PSN ini harus dilakukan serentak, terjadwal dan berkesinambungan.
"Gerakan ini diharapkan jadi budaya masyarakat. Membersihkan lingkungan mulai dari rumah masing-masing, dalam rumah maupun luar. Yang sering terlewatkan itu tempat penampungan air di kulkas, dispenser dan barang tidak terpakai di luar," jelasnya.
Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, saat ini capaian vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Karanganyar sudah mencapai 80 persen.