Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo Terbaru

Gibran Tanggapi Soal Prediksi Gelombang Ketiga Covid-19: Tidak Usah Takut, Kita Lebih Siap

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sudah mengantisipasi adanya gelombang ketiga Covid-19. 

Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Fristin Intan Sulistyowati
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sudah mengantisipasi prediksi munculnya gelombang ketiga Covid-19. 

Melihat meningkatnya kasus Covid-19 tahun sebelumnya, terjadi saat perayaan hari besar. 

Baca juga: Anak Kena Corona, Akan Jalani Isolasi Terpusat di Solo, Gibran Beri Aturan : Tak Didampingi Orangtua

Baca juga: Tambah Satu, Total Klaster PTM di Solo Jadi 5 Sekolah: 46 Siswa dan Guru Positif Corona

Berbicara terkait prediksi gelombang ketiga Covid-19 ini, Wali Kota Solo meminta semua pihak tetap tenang. 

"Semua sektor kita genjot, yang jelas keadaan semakin baik buktinya jelang akhir tahun ini tanda-tandanya mulai membaik," ujarnya kepada TribunSolo.com, Jumat (5/11/2021).

Gibran meminta warga Kota Solo untuk tetap tenang dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

"Tetap kita pertimbangkan (adanya Gelombang Ke-3), tapi tetap kita optimis tidak usah ditakuti karena kemaren adanya varian delta tapi sekarang kita lebih siap," ujarnya.

Baca juga: Penyebab Angka Gangguan Mental Warga Meningkat Selama Pandemi Corona: Kehilangan Pekerjaan 

Dia mengaku sudah menyiapkan dari berbagai aspek. 

"Bantuan-bantuan oksigen konsentrator, iso tank oksigen, dan oksigen generator semua siap, tanang saja," ujarnya. 

Sementara itu, lokasi isolasi terpusat di kota Solo juga sudah disiapkan untuk anak-anak di Ndalem Priyosuhartan Solo dan Asmara Haji Donohudan untuk masyarakat umum. 

Soal Isolasi Terpusat

Pemerintah Kota Solo mengizinkan adanya pendampingan pada anak terpapar covid-19 saat melakukan isolasi terpusat. 

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Ahyani.

Dia mengatakan, aturan tersebut sudah dipertimbangkan dan dikonsultasikan pada para ahli dibidangnya.

Baca juga: Gibran Sebut Ada Orang Tua Tolak Bawa Anak Positif Covid-19 untuk Isolasi Terpusat 

Baca juga: Antisipasi Meningkatnya Klaster PTM di Solo, Pemkot Berencana Buka Isolasi Terpusat untuk Anak 

"Isolasi terpusat untuk anak didampingi oleh satu pendamping baik orang tua atau wali anak," ujarnya kepada TribunSolo.com, Kamis (4/11/2021).

Terkait fasilitas yang disediakan di lokasi isolasi terpusat khusus anak yakni Ndalem Priyosuhartan di Jalan Perintis Kemerdekaan, ada 41 tempat tidur. 

Sementara itu, untuk masyarakat umum akan dibawa ke Donohudan, Boyolali.

Ada Orang Tua Menolak 

Penggunaan tempat isolasi terpusat (Isoter) anak di Solo saat ini kurang maksimal. 

Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan Ndalem Priyosuhartan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Laweyan sebagai lokasi isolasi terpusat anak. 

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, izin orang tua menjadi faktor sulitnya anak-anak yang positif Covid-19 dipindahkan ke Ndalem Priyosuhartan.

Baca juga: Info Vaksinasi di Wonogiri : 235 Orang Dapat Dosis Kedua Pfizer, Disuntik Langsung Dokter Kopassus

Baca juga: Syarat Terbaru Urus SIM dan BPKB di Karanganyar : Wajib Vaksin, Jika Belum Bisa Disuntik Gratis

"Isoter sudah disiapkan, tinggal orang tuanya mengizinkan anaknya dibawa ke isoter atau gak itu yang susah. Karena penolakan banyak," katanya, Rabu (3/11/20201).

Padahal, Satgas Covid-19 sudah menyiapkan SOP khusus, untuk anak-anak yang menjalasi isolasi di Ndalem Priyosuhartan.

Gibran menuturkan, anak-anak yang menjalani isolasi Ndalem Priyosuhartan, akan didampingi orang tuanya.

Baca juga: Vaksin untuk Siswa Terbatas, Disebut Bisa Hantui Munculnya Klaster Sekolah PTM Baru di Solo

"Pendampingnya satu anak satu pendamping. Itu masukan dari dokter anak dan psikolog anak, seperti itu," ujarnya.

"Jadi anak tidak sendiri, nanti sama orang tuanya," jelasnya. 

Gibran menuturkan, fasilitas di Ndalem Priyosuhartan sudah cukup bagus. 

Dan dengan isoter ini, akan lebih memudahkan untuk keluarga.

Baca juga: Vaksin untuk Siswa Terbatas, Disebut Bisa Hantui Munculnya Klaster Sekolah PTM Baru di Solo

"Yang penting orang tua mengizinkan, daripada satu rumah diisoman semua, mending di isoter. Jadi biar orang tuanya bisa kerja," kata dia.

Tak hanya izin isoter, Gibran mengatakan orang tua juga banyak yang menolak anaknya dilakukan swab tes. 

"Di swab banyak yang menolak, ketika surveilans di sekolah kemarin," katanya.

Baca juga: Informasi Vaksinasi di Karanganyar : Kuota Ratusan Dosis, Tapi Sepi karena Banyak yang Sudah Vaksin

"Tapi tak masalah, kita bukan mau cari kesalahan, kita memastikan anak-anak sehat," jelasnya. 

Ia tak ingin, PTM yang sudah digelar dihantui dengan kasus Covid-19 di Sekolah.

Sehingga surveilans akan berjalan terus dibeberapa sekolah. 

"Kita lanjut terus, angkanya akan naik, tapi kasusnya terkendali karena kebanyakan OTG," ujarnya. 

"Anak-anak yang kemarin positif segera sembuh, tunggu 14 hari. Semuanya OTG," pungkasnya.

Sragen Ikut Waspada

Munculnya kasus penularan kasus covid-19 dilingkungan sekolah di Kota Solo, membawa kekhawatiran berbagai pihak.

Kekhawatiran juga muncul dari orang tua siswa di Kabupaten Sragen, mengingat kini hampir seluruh sekolah di Kabupaten Sragen telah menjalankan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Baca juga: Sindiran Anggota DPR RI Agustina Wilujeng soal Ganjar vs Puan : Urus Dulu Rakyat yang Kesusahan !

Lalu, apa dan bagaimana saran anggota DPRD Sragen, soal kesiapan Sragen dalam hal penyelenggaraan PTM ?

Ketua DPRD Kabupaten Sragen, Suparno memperingatkan Pemkab Sragen untuk lebih hati-hati, agar kasus serupa tidak terjadi di Kabupaten Sragen.

"Saya mengantisipasi itu (penularan covid-19 di sekolah), jangan sampai terjadi di Sragen, Pemkab harus mengantisipasi itu sejak dini," ujarnya kepada TribunSolo.com, Jumat (22/10/2021).

Lebih lanjut, Suparno menuturkan agar kasus covid-19 tidak kembali melonjak, DPRD Sragen kini tengah merampungkan Raperda protokol kesehatan.

Nantinya, Raperda tersebut akan mengatur kegiatan kemasyarakatan saat ditengah pandemi covid-19.

"Perda itu bertujuan untuk mengatur kegiatan kemasyarakatan, agar tidak kembali muncul penularan covid-19 lagi," terangnya.

Menurut Suparno, diperkirakan Raperda Prokes akan disahkan menjadi Perda, pada awal bulan November nanti.

"InsyaAllah bisa di paripurnakan awal bulan nanti, semua sudah selesai, tinggal penetapan tanggalnya saja," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved