Berita Wonogiri Terbaru
Luweng di Pracimantoro Wonogiri: Rumahnya Makhluk Halus Hingga Tak Ada Warga yang Berani Masuk
Dari beberapa luweng yang telah sukses difungsikan lagi itu, masing-masing luweng punya ceritanya. Salah satunya dengan melibatkan orang 'pintar'
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Tri Widodo
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Tim relawan pencari luweng telah berhasil menemukan dan membuka kembali 9 luweng di wilayah Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.
Dari beberapa luweng yang telah sukses difungsikan lagi itu, masing-masing luweng punya cerita.
Baca juga: Musim Hujan Datang, Warga Gandu Wonogiri Tenang, Misteri Saluran Menuju Luweng Terpecahkan
Baca juga: Kisah Perjuangan Para Relawan di Wonogiri, Tiga Pekan Keruk Tanah: Buat Saluran Luweng di Desa Joho
Baca juga: Lobang Luweng di Joho Wonogiri Sulit Dicari, Tiga Pekan Dikeruk Pakai Alat Berat Tak Kunjung Ketemu
Saryono, salah satu relawan dari Desa Sumberagung menceritakan ada ritual khusus yang dilakukan masyarakat di sekitar luweng yang akan dicari.
Seperti Selametan, Kenduri bahkan ada juga warga yang sampai mendatangan orang 'pintar' ke lokasi yang diyakini ada luwengnya.
"Para pemangku dusun setempat itu pasti memakai orang pintar untuk mencari keberadaan luweng ini," jelasnya kepada TribunSolo.com, Sabtu (6/11/2021).
Hal itu bukalah hal yang aneh. Pasalnya, tak semua luweng itu nampak.
Ada juga luweng yang sudah lama terkubur dan cukup sulit untuk ditemukan.
Dengan arahan orang pintar tersebut, warga dapat dengan mudah menemukan lokasi luweng.
Seperti proses pencarian luweng di Dusun Gandu belum lama ini.
Tak hanya di Gandu, timnya juga pernah menemui warga yang sampai memanggil 4 orang 'Pintar' untuk mencari titik koordinat luweng.
Selain itu, orang pintar tersebut juga berperan untuk 'menjinakkan' penunggu luweng tersebut.
Sebab banyak masyarakat yang menganggap setiap luweng ada penunggunya.
Bahkan, karena dianggap angker dan sebagai rumah makhluk ghaib, banyak masyarakat yang tak berani masuk kedalam luweng.
"Kalau tim kami biasa, sebelum masuk ya berdoa, yang penting niatnya baik. Meminta keselamatan," ujarnya.
"Jadi memang ritual warga beda-beda ya. Kalau tim saya pas datang berdoa. Kan biasa kalau kita berada di tempat-tempat baru harus kulonuwun," tambahnya.
Deteksi Luweng dengan Geolistrik.
Kata 'luweng' menjadi viral di mana-mana setelah muncul di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.
Bahkan luweng atau lobang di tanah yang bisa sewaktu-waktu amblas sendirinya sehingga wilayah tidak kebanjiran di Wonogiri itu, belum ketemu.
Meski warga di sana sudah mengacak-acak pakai alat berat bahkan sampai menggali 10 meter.
Lantas bagaimana mencari atau mendeteksi keberadaan luweng?
Baca juga: Penjelasan Ahli Tentang Luweng : Lobang Air di Wonogiri yang Dicari dan Libatkan Orang Pintar
Baca juga: Jadi Biang Kerok Banjir di Pracimantoro, Upaya Normalisasi Luweng Terkendala Pencarian
Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Eko Haryono membeberkan cara untuk mendeteksi luweng.
Eko menyebutkan, salah satu cara untuk mendeteksi luweng yakni menggunakan metode geolistrik.
"Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika untuk mengetahui perubahan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah," terangnya kepada Tribunsolo.com, Senin (15/2/2021).
"Cara mengalirkan arus listrik DC (direct current) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah," ujarnya membeberkan.
Meski begitu metode geolistrik DC hanya mampu mendeteksi luweng dengan kedalaman maksimal 20 meter.
"Metode tersebut baru bisa sampai 20 meter saja," tuturnya.
Untuk luweng yang punya kedalaman 100 meter, lanjutnya, harus menggunakan metode geolistrik dua dimensi.
"Selain itu juga butuh kabel yang panjang untuk bisa mendeteksi mulut luweng kedalaman 100 meter."
"Yang punya alatnya juga tidak banyak," imbuhnya.
Padahal, luweng yang ada di Kabupaten Wonogiri dan Gunungkidul rata-rata kedalamannya sampai 100 meter.
Libatkan Orang 'Pintar'
Sebelumnya, sejumlah titik di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri rawan mengalami kebanjiran.
Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, biasanya air mengalir ke ruang bawah tanah melalui luweng atau lobang di tanah yang bisa sewaktu-waktu amblas sendirinya.
Bahkan karena curah hujan tinggi beberapa waktu lalu, banjir menggenangi Dusun Joho Kidul dan sejumlah dusun di Desa Sumberagung.
Lantas berbagai cara dilakukan, di antaranya mengeruk mencari titik luweng, tetapi ternyata sudah berhari-hari tidak ditemukan.
Padahal pengerukan dengan alat berat atau backhoe.
• Saran Sumarjo, Kakek Mas Al Ikatan Cinta : Kalau Sudah Tak Jadi Artis, Nyalon DPRD di Sukoharjo Saja
• Video Polisi Bantu Kucing Menyeberang Jalan Raya Viral, Ini Cerita Dibaliknya hingga Banjir Pujian
Camat Pracimantoro Warsito mengatakan, pihaknya hingga meminta bantuan paranormal dalam upaya pencarian mulut luweng tersebut.
"Sudah dibantu orang pintar, tapi masih belum ketemu juga sampai sekarang," kata dia kepada TribunSolo.com, Jumat (12/2/2021).
Setidaknya ada tiga mulut luweng yang dicari, satu di Dusun Dompol Desa Petirsari dan dua luweng lainnya ada di Dusun Joho Kidul Desa Joho.
Ketiga mulut luweng itu diduga tertimbun tanah.
"Ini kita gali lagi di kedalaman 10 meter, kalau masih tidak ketemu, proyeknya nanti akan dihentikan," ucapnya.
Warsito mengatakan, dalam pencarian mulut luweng ini, ada paranormal dari luar Wonogiri yang didatangkan.
"Orang sepuh, dan warga sekitar juga membantu pencarian, tapi masih belum ketemu," ucapnya.
Bahkan lanjut dia, sejumlah ritual dilakukan warga dalam upaya pencarian luweng tersebut.
"Seperti lokasi galian dibuatkan bancakan, hingga warga begadang di lokasi," akunya.
Banjir di Dua Kelurahan
Dua kelurahan di Kecamatan/Kabupaten Wonogiri banjir akibat pintu spillway Waduk Gajah Mungkur dibuka, Kamis (10/2/2021).
Dua Kelurahan yang terdampak itu meliputi Kelurahan Sukorejo dan Giritirto.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto, banjir genangan itu terjadi sekira pukul 08.45 WIB.
"Pintu spillway waduk dibuka, untuk mengurangi debit air di waduk gajah mungkur," katanya.
• Angin Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Bikin Geger, Ini Penjelasan Lengkap BMKG
• Puting Beliung Besar Gegerkan Warga di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Tidak Ada Korban Jiwa
• Viral Gadis Minta Tolong Melalui Live Facebook saat Terjebak Banjir Subang, Kini Berhasil Dievakuasi
Debit air di Waduk Gajah Mungkur terus naik, seiring dengan curah hujan yang tinggi di kawasan Kabupaten Wonogiri.
"Untuk saat ini air masih menggenangi pemukiman warga, dan apabila turun hujan berpotensi air naik," jelasnya.
Pelepasan air Waduk Gajah Mungkur ini sesuai Surat Kepala Divisi Jasa Asa III Perum Jasa Tirta.
Tim terus melakukan pemantauan di lokasi banjir.
BPBD Kabupaten Wonogiri juga terus melakukan koordinasi dengan Perum Jasa Tirta untuk pengendalian pelepasan air waduk ini.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka. Pengungsi juga nihil," tandasnya. (*)