Cerita dari Solo
Asal-usul Nama Manahan di Solo : Bukan Tempat Berlatih Memanah, Tapi Rumah Ki Ageng Pamanahan
Kata Manahan sebuah kelurahan di Solo diyakini berasal dari tokoh masyarakat setempat bernama Ki Ageng Pemanahan.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Aji Bramastra
"Ki Ageng Pemanahan kemudian diangkat sebagai kakak angkat oleh Sultan Adiwijaya," kata Nuky, Minggu (5/12/2021).
Sultan Adiwijaya kemudian ingin menguasai Kesultanan Demak, dengan mengalahkan Arya Penangsang.
"Namun Sultah Adiwijaya sungkan, karena dia hanya menantu, sedangkan Aryo Penangsang merupakan cucu putra raja, sehingga dia merupakan keturunan langsung," jelasnya.
"Hingga akhirnya Sultan Adiwijaya membuat sayembara untuk membunuh Aryo Penangsang," tambahnya.
Singkat cerita, Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Penjawi berhasil memenangkan sayembara tersebut, dan mendapatkan hadiah.
Hadiahnya berupa sebuah daerah kekuasaan.
Ki Ageng Penjawi mendapatkan daerah Pati, Ki Ageng Pemanahan mendapat Alas Mentaok, yang saat ini dikenal dengan nama Kotagede di Yogyakarta.
"Hadiah baru diberikan 5 tahun kemudian, selama hadiah belum diberikan Ki Ageng Pemanahan tinggal di Depok," ujarnya.
Setelah hadiah diberikan, warga desa kemudian bedol desa, eksodus pergi ke Kotagede.
Setelah alas Mentaok itu ditempati, kemudian kawasan tersebut menjadi Bumi Mataram, sebelum menjadi Kerajaan Mataram.
Karena ditinggal penduduknya, kawasan Manahan kembali menjadi hutan belantara.
Seiring perjalanan waktu kawasan Manahan kemudian dijadikan lokasi latihan berkuda dan memanah pasukan legiun Mangkunegaran, di tahun 1700-an.
Hal tersebut membuat masyarakat salah kaprah, yang mengira penamaan Manahan berasal dari kata Panahan.
"Jadi nama Pemanahan itu sudah ada terlebih dahulu sekira tahun 1500-an, yang diambil dari tokoh masyarakat setempat bernama Ki Ageng Pemanahan," kata dia.
"Sedangkan Mangkunegaraan menempati itu baru tahun 1700-an," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/stadion-manahan-solo-yang-bakal-menjadi-venue-piala-dunia.jpg)