Breaking News:

Virus Corona

Benarkah Penyakit Akibat Varian Omicron Lebih Ringan dari Delta? Ini Penjelasan WHO

Bahkan jika ternyata Omicron menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah, WHO memperingatkan agar tidak mengendurkan kewaspadaan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
AFP/MOHD RASFAN
Penumpang yang mengenakan alat pelindung diri (APD) mengantre untuk check-in penerbangan mereka di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) di Sepang pada 29 November 2021, ketika negara-negara di seluruh dunia menutup perbatasan dan memperbarui pembatasan perjalanan sebagai tanggapan atas penyebaran virus corona. variasi virus corona Covid-19 baru yang sangat bermutasi yang dijuluki Omicron. (Photo by Mohd RASFAN / AFP) 

TRIBUNSOLO.COM - Para ahli kesehatan sampai kini terus meneliti tentang varian virus corona baru yakni Omicron.

Di mana Omicron disebut-sebut dapat menimbulkan risiko infeksi ulang yang lebih tinggi.

Namun ternyata, penelitian terbaru menunjukkan penyakit lebih ringan daripada jenis Delta.

Dilansir dari Data awal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan varian virus corona Omicron mungkin lebih mudah menginfeksi ulang orang yang sudah memiliki virus atau telah divaksinasi daripada varian sebelumnya.

Baca juga: Syarat Penerbangan Internasional untuk Cegah Varian Omicron, Aturan Berlaku Mulai 3 Desember 2021

Baca juga: Syarat Mudik Natal dan Tahun Baru 2022 Saat Pandemi Varian Covid-19 Omicron, Wajib Pasang 3 Stiker

Dalam temuannya, WHO juga menyebut jika Omicron dapat mengakibatkan penyakit yang lebih ringan.

“Data yang muncul dari Afrika Selatan menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan Omicron,” kata kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, Rabu (8/12/2021), dilansir dari Al Jazeera.

“Ada juga beberapa bukti bahwa Omicron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada Delta," sambungnya.

Namun Tedros menekankan, diperlukan lebih banyak data sebelum menarik kesimpulan tegas, dan mendesak negara-negara di mana pun untuk meningkatkan pengawasan mereka untuk membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana perilaku Omicron.

Penilaian yang penuh harapan datang ketika kekhawatiran global tumbuh atas varian yang sangat bermutasi, yang telah memaksa puluhan negara untuk menerapkan kembali pembatasan perbatasan dan meningkatkan kemungkinan kembalinya lockdown yang berdampak secara ekonomi.

Gambar varian baru virus corona (Covid-19) 'omicron' yang dirilis Universitas Hong Kong.(HKU Med)
Gambar varian baru virus corona (Covid-19) 'omicron' yang dirilis Universitas Hong Kong.(HKU Med) (HKU Med)

Bahkan jika ternyata Omicron menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah, Tedros memperingatkan agar tidak mengendurkan kewaspadaan terhadap virus tersebut.

“Kepuasan (terlalu dini) apa pun akan menyebabkan korban jiwa,” dia memperingatkan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved