Breaking News:

Cara Mengurus Sertifikat Tanah yang Hilang atau Rusak, Lengkap dengan Persyaratannya

Cara mengurus sertifikat tanah yang hilang atau rusak akibat bencana, siapkan persyaratan berikut sebelum datang ke BPN.

Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
TRIBUNSOLO.COM/CRYSNHA
Ny Kartinah, warga Sewu, Jebres, Solo, menerima sertifikat tanah di Pendopo Apem Sewu, Jumat (22/9/2017) pagi. 

TRIBUNSOLO.COM - Sertifikat Tanah merupakan surat berharga yang menjadi penanda kepemilikan atas tanah.

Dokumen seperti ini harus disimpan dengan baik agar nantinya jika akan bertransaksi tanah, pemilik tanah tak menemui kesulitan.

Namun karena suatu alasan, surat tanah bisa saja hilang atau rusak.

Baca juga: Cara Daftar dan Ganti Sertifikat Tanah Analog Jadi Elektronik, Ini Langkah-langkahnya

Baca juga: Cara Balik Nama Sertifikat Tanah di BPN Terbaru, Simak Prosedur hingga Biayanya

Lalu bagaimana?

Dilansir dari Kompas.com, pemilik tanah atau pemegang sertifikat tanah bisa menyampaikan permohonan penerbitan kembali sertifikat tanah karena alasan hilang atau rusak.

Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah No.24 Pasal 57 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah, tertulis bahwa atas permohonan pemegang tanah, sertifikat dapat diterbitkan kembali sebagai pengganti sertifikat yang hilang.

Sebelum mengurusnya, Anda harus menyiapkan beberapa syarat.

Berikut syarat yang harus dibawa saat mengurus sertifikat tanah hilang atau rusak dirangkum dari laman resmi Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional (BPN):

1. Fotokopi identitas penduduk yaitu KTP. Juga identitas yang diberi kuasa, jika pengurusan ini dikuasakan kepada orang lain.

2. Surat kuasa.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved