Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali Terbaru

Melihat Proses Daur Ulang Sampah Plastik di Simo Boyolali, Botol Bekas Jadi Bernilai Tinggi  

Sampah botol plastik tak bisa lepas dari kehidupan masyarakat saat ini. Hampir tiap hari, masyarakat selalu memproduksi sampah tersebut.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Proses penggilingan botol plastik bekas jadi biji Plastik di Sentral Penggilingan Plastik di Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Boyolali, Minggu (26/12/2021) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Boyolali ternyata memiliki sentra pengolahan rosok. 

Mereka mendapatkan pasokan dari pemulung kemudian diolah menjadi biji plastik bernilai tinggi. 

Hampir tiap hari, masyarakat selalu memproduksi sampah tersebut. Baik dari air mineral atau sebagainya.

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh sentra pengolahan rosok Desa Kedunglengkong.

Baca juga: Penyebab Kebakaran Gudang Mebel di Trangsan Sukoharjo Diduga karena Bakaran Sampah, Kerugian Rp 3 M

Baca juga: Depresi Putus Cinta, Kamar Kos Gadis Cantik Langsung Dipenuhi Sampah, Pemilik Syok

Botol-botol plastik bekas, baik dari air mineral atau minyak goreng, toples, perkakas plastik hingga bekas oli ini akan dikumpulkan oleh pemulung.

Botol atau gelas plastik dikumpulkan dari pemulung yang setiap harinya disetorkan dan dibayar per kilogram dan dihargai Rp 5-6 ribu per kilogram,

Sedangkan untuk plastik bekas mainan, bekas botol shampoo, ember, serta toples bekas kue, seharga Rp 2-4 ribu per kilogram tergantung kondisinya.

Dari pemulung akan dipilah-pilah berdasarkan jenis plastiknya.

Misalnya botol air mineral. Tutup yang merupakan plastik berwarna akan disedirikan.

Baca juga: Viral Kamar Kos Driver Ojol Muncul Bau Busuk, Dikira Bau Mayat Sampai Dibuka Paksa, Ternyata Sampah

Setelah itu, bahan plastik akan dibersihkan mulai Lebel hingga kotoran tanah yang menempel.

Dari pengepul rosok ini kemudian akan menggilingnya dengan mesin penggiling besar.

Sampah kemasan plastik tersebut dimasukan ke dalam mesin dengan campuran air bersih supaya menjadi sampah yang lembut dan bersih.

Proses penggilingan ini tak bisa seluruh jenis plastik, bahkan plastik dimasukkan dalam sekali proses penggilingan.

Baca juga: Klarifikasi H Amiruddin, Anggota DPRD yang Tembok Pintu Rumah Tahfiz: Akui Kesal Perkara Sampah

"Warna putih sendiri. Warna bening sendiri. Jadi setelah jadi biji plastik warnanya sama," ujar Wardi, salah satu pekerja di sentra Pengolahan rosok di Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Boyolali.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved