Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Klarifikasi H Amiruddin, Anggota DPRD yang Tembok Pintu Rumah Tahfiz: Akui Kesal Perkara Sampah

H Amiruddin mengaku membangun tembok tersebut lantaran resah atas tindakan pihak Rumah Tahfiz Alquran. Ini pembelaan lengkapnya:

Editor: Hanang Yuwono
dprd.pangkepkab.go.id/Tribun Timur
H Amiruddin (kiri) dan tembok yang diduga dibangunnya (kanan). Berikut ini profil H Amiruddin, anggota DPRD yang membangun tembok setinggi tiga meter karena tak suka orang lewat depan rumahnya. 

TRIBUNSOLO.COM -- Viral di media sosial, kasus seorang anggota DPRD Pangkep, Makassar, Amiruddin menutup pintu belakang Rumah Tahfiz Alquran.

Diberitakan TribunSolo.com sebelumnya, Amiruddin membangun tembok setinggi 3 meter menutup pintu belakang Rumah Tahfiz Alquran.

Aksi yang dilakukan Politisi PAN tersebut pertama kali diungkapkan warga RT 2/5, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Siapa H Amiruddin Anggota DPRD yang Bangun Tembok 3 Meter? Sosoknya Punya Kekayaan Miliaran Rupiah

Baca juga: Fakta Anggota DPRD Tutup Akses Tahfiz ke Masjid: Nasibnya sebagai Politisi PAN Kini di Ujung Tanduk

Ketua RW 5, Abd Azis mengatakan Amiruddin membangun tembok di fasilitas umum.

"Alasannya dia (Amiruddin) tutup karena ini anak-anak Tahfidz ribut karena sering mengaji di sini," katanya.

Sebelum tembok 3 meter tersebut berdiri, Aziz mengatakan, jalan setapak di belakang rumah Tahfidz itu kerap dijadikan lokasi bermain sambil belajar mengaji para santri.

Lokasi yang dimaksud Azis itu, tepat di depan rumah sang anggota DPR (Amiruddin).

Penampakan tembok setinggi tiga meter yang dibangun oknum anggota DPRD Kabupaten Pangkep, H Amiruddin.
Penampakan tembok setinggi tiga meter yang dibangun oknum anggota DPRD Kabupaten Pangkep, H Amiruddin. (Tribun Timur)

"Jadi ini anak-anak Tahfidz, sering belajar ngaji di sini sambil main. Di sini juga anak-anak Tahfidz sering lewat kalau ke masjid salat ashar," ujarnya dikutip dari TribunMakassar.com.

Amiruddin mengaku membangun tembok tersebut lantaran resah atas tindakan pihak Rumah Tahfiz Alquran.

Amiruddin merasa resah karena pihak rumah tahfiz kerap kali membuang sampah.

"Karena meresahkan, pembuangan sampahnya diarahkan ke saya. Baik pembuangan sampah, maupun jemurannya," kata Amiruddin.

Menurut Amiruddin, tembok tersebut sebenarnya sudah ada sejak dulu.

Lalu pihak Rumah Tahfiz Alquran meminta untuk dibobol dulu untuk akses masuk material renovasi rumah.

"Kembali saya tekankan, dia minta kepada saya melalui adik ipar saya, untuk membobol tembok tersebut, untuk mempermudah jalan masuk material yang akan digunakan untuk renovasi rumahnya," ucapnya.

Setelah renovasi rumah, kata Amiruddin, pihak Rumah Tahfiz Alquran tak kunjung menutup kembali tembok tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved