Berita Sukoharjo Terbaru
Bikin Geleng-geleng, Kantor Pengadilan Agama Sukoharjo Diserbu Ular Korba, Sudah 5 Ekor Ditemukan
Ternyata ular kobran yang ditemukan di kantor Pengadilan Agama (PA) Sukoharjo sudah sebanyak lima ekor.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ternyata ular kobran yang ditemukan di kantor Pengadilan Agama (PA) Sukoharjo sudah sebanyak lima ekor.
Adapun lima ekor itu berupa anakan, tetapi indukan belum ketemu.
Menurut pegawai PA Sukoharjo Yulianto Eko, dalam waktu satu minggu ini, sudah ditemukan 5 ekor anakan ular kobra.
"Pertama ditemukan di ruangan di dekat kolam, kemudian di parkiran belakang 3 ekor, dan kemarin di laci meja resepsionis," katanya, Senin (27/12/2021).
Dia menuturkan, anakan ular sering ditemukan saat musim menetas telur ular.
Tahun lalu, Yulianto mengatakan sudah menemukan sekitar 20 ekor ular di lingkungan kantor PA Sukoharjo.
"Biasanya munculnya saat akhir tahun atau awal tahun saja," ujarnya.
Untuk mengantisipasi adanya sarang ular, PA Sukoharjo memanggil pawang ular untuk melakukan penyisiran.
Namun dari hasil penyisiran, tidak ditemukan tanda-tanda adanya ular.
Baca juga: Merinding, Kepala Sekolah di Klaten Lapor Temukan Sarang Ular, saat Dievakuasi Ada 41 Ekor Kobra
"Ini kita penyisiran dulu, nanti malam kita melakukan perburuan saat ular keluar," ujarnya.
Akibat penemuan ular tersebut, pegawai PA Sukoharjo menjadi was-was.
Seperti yang dirasakan pegawai bagian resepsionis, Anggit.
Dia sangat terkejut saat membuka laci mejanya ditemukan anakan ular kobra.
"Saat saya buka laci meja, ada ular, besarnya sejari," ujarnya.
Meski masih merasa waswas, Anggit terap bekerja seperti biasa setelah dipastikan tak ada ular lain yang ditemukan.
"Tapi tetap waspada, lihat sekitar dulu sebelum duduk," ucapnya.
Dari lingkungannya sendiri, kantor PA Sukoharjo memang berdekatan dengan areal persawahan dan saluran irigasi, yang menjadi habitat utama ular.
Sehingga tidak heran, jika ular sering ditemukan di kawasan tersebut.
Menurut pawang ular yang dipanggil, Sudarsi, ular diperkirakan masuk lewat gorong-gorong.
Sehingga dia meminta saluran air di PA Agama untuk diberi penutup.
"Kami belum bisa memastikan apakah ularnya memang bersarang disini atau tidak. Tapi kalau indukannya belum ketemu, bisa jadi hal seperti ini terus berlanjut," jelas dia.
Heboh Kobra di Klaten
Warga Klaten dikejutkan dengan penemuan 41 ekor ular kobra di bangunan sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/2/2021).
Maraknya penemuan ular di sejumlah wilayah belakangan ini ,lantaran pada Oktober hingga Desember merupakan masa tetas ular.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Relawan Reaksi Cepat Tanggap Darurat (RCTD) Klaten Timu, Eko Santoso.
Ia menjelaskan cuaca hujan seperti sekarang menjadi salah satu faktor penyebab ular berkembang biak di Klaten.
Baca juga: Cara Mencegah Ular Berbisa Masuk Rumah saat Musim Hujan: Jaga Kebersihan Agar Kondisi Tak Lembap
Baca juga: Viral Seorang Wanita Bawa Stroller Bayi Tapi Isinya Ular, Ternyata untuk Menghibur Pengunjung
"Tergantung cuaca, biasanya masa tetas telurnya setahun dua kali," ucap Eko kepada TribunSolo.com.
Selain itu, kondisi sawah sekitar habitat ular biasanya sedang memasuki masa tanam, jadi besar kemungkinan ular tersebut berpindah dan mencari lokasi baru.
"Mungkin karena habitatnya terusik karena sawah kanan kirinya sedang masa tanam. Jadi mungkin terusik terus masuk ke SMP," terang Eko
Eko menyebut, setelah ia mendapat laporan dari kepala sekolah SMP Negeri Karangdowo, Klaten, Tim RCTD langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi ular-ular tersebut.
"Kita mendapat laporan dari kepala sekolah, lalu kita terjunkan personel untuk menyisir dan mengevakuasi sarang ular tersebut," kata Eko.
Dalam kurun waktu dua jam evakuasi, ditemukan lebih dari 40 ular, satu indukan, dan sisa cangkang telur.
Ular-ular tersebut ditemukan di timbunan kayu dan semak-semak yang berada di kompleks SMP.
Seluruh ular yang ditemukan akan dikarantina di kantor sekretariat RCTD Cawas sebelum dilepasliarkan ke habitatnya.
Eko memastikan bahwa pelepasliaran ular akan dilakukan di lokasi yang sangat jauh dari pemukiman penduduk agar tidak mengancam warga sekitar.
"Kemudian ular itu akan kita lepasliarkan ditempat yang sangat jauh dari pemukiman warga," tutup dia.
Cara Mencegah Ular Berbisa Masuk Rumah saat Musim Hujan
Memasuki musim penghujan seperti ini, adalah waktu yang tepat bagi telur ular untuk menetas.
Akan sangat berbahaya untuk manusia apabila ular masuk ke lingkungan rumah. Terlebih ular yang tergolong mempunyai bisa yang mematikan.
Belum lama ini, di Wonogiri Kota juga ada temuan kasus ular masuk ke pekarangan rumah. Tak tanggung-tanggung, ular yang ditemukan itu adalah ular jenis Kobra Jawa, yang mana memiliki racun yang sangat berbisa.
Baca juga: Viral Seorang Wanita Bawa Stroller Bayi Tapi Isinya Ular, Ternyata untuk Menghibur Pengunjung
Baca juga: Pengendara Vario di Sukoharjo ini Kaget, Baru Sadar ada Ular Kobra di Mesin Motornya
Namun beruntung, ular itu hanya sampai ke kandang ayam ternak milik Katino warga Lingkungan Salak RT 1 RW 3 Kelurahan Giripurwo.
Ular tersebut sempat membunuh dua ekor ayamya.
Salah satu dokter hewan di Wonogiri, Magdalena Pancaningtyas Utami menjelaskan, bahwa memang ular berbisa muncul saat musim penghujan. Utamanya di malam hari.
"Ular berbisa biasanya muncul di musim penghujan sebab tingkat kelembaban cukup tinggi," terang Tyas kepada TribunSolo.com.
Tyas membagikan pengalaman dari sejumlah rekan seprofesinya, bahwasanya ular berbisa memiliki ciri khusus, yakni bentuk kepala yang segitiga.
Baca juga: Kejadian Aneh di Lokasi Jatuhnya Avanza di Gondang Sragen : Sering Muncul Ular Kuning Raksasa
Sementara itu, dia juga menjelaskan ada beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah potensi ular masuk ke lingkungan rumah. Salah satunya adalah menjaga kebersihan.
Menurutnya, jangan sampai area pekarangan rumah dibiarkan kumuh dan tidak terurus.
"Kebersihan rumah dan halaman harus diperhatikan, karena ular suka tempat lembab," ujarnya.
Terpisah, Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo mengatakan hal senada seperti di atas. Menurutnya, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting meminimalkan potensi ular masuk ke dalam rumah.
Baca juga: Penemuan Ular Piton di Pati Bikin Geger, Ditemukan di Langit-langit Dapur Rumah Warga
Pasalnya, ular mempunyai insting untuk mencari mangsa. Dari lingkungan yang kumuh itu bisa dijadikan tempat bersarang tikus yang merupakan hewan mangsaan ular.
Tak hanya kebersihan rumah, kata dia, kebersihan lingkungan pekarangan juga harus diperhatikan. Misalnya, ada ranting pohon yang menjalar ke rumah, itu bisa dirapikan agar tidak digunakan ular untuk sembunyi di bawah genteng.
"Ular juga tidak suka bau wangi yang menyengat, maka bisa melakukan semprot ruangan dengan pewangi. Selain itu, bisa juga memelihara kucing sebagai alarm apabila ada ular masuk ke dalam rumah," jelasnya. (*)