Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Survei Antibodi di Sragen: Warga yang Divaksin 10 Bulan Lalu, Kadar Antibodinya di Bawah 50 Persen

Pemerintah Kabupaten Sragen menggelar survei antibodi. Kegiatan itu menyasar kurang lebih 2000 warga. 

TribunSolo.com
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Sragen, Rabu (3/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pemerintah Kabupaten Sragen menggelar survei antibodi.

Survei yang digunakan untuk mengetahui kandungan antibodi di dalam tubuh itu, menyasar kurang lebih 2000 warga. 

Pelaksanaannya dilakukan secara acak, dari segala jenis umur.

Baca juga: Jumat Besok Solo Mulai Vaksin Booster untuk Lansia, Satu Dosis untuk 2 Orang

Baca juga: Syarat dan Kriteria Penerima Vaksin Booster, Dimulai 12 Januari 2022, Gratis atau Bayar?

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, sudah ada 1600 warga yang sudah diambil sampel antibodinya. 

"Targetnya 2000 warga, tapi kali ini baru 1600 orang, hasilnya yang sudah keluar ada 640 an, ternyata 42 orang, antibodinya di bawah 50 persen," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (12/1/2022). 

Yuni menjelaskan, dari 42 orang yang antibodinya di bawah 50 persen, merupakan warga yang mengikuti vaksinasi 8-10 bulan yang lalu. 

Satu orang di antaranya, diketahui belum di vaksin.

Baca juga: Joki Vaksin yang Disuntik 17 Kali Kini Jadi Tersangka, Begini Nasib Para Pengguna Jasa

Lanjut Yuni, dengan antibodi di bawah 50 persen, maka kurang cukup melindungi dari paparan varian-varian covid-19 yang baru. 

"Itu berarti mereka dalam tanda kutip antibodinya sudah tidak mampu lagi, apabila melawan omicron dan varian baru lainnya," terangnya.

Dengan hasil survei tersebut, kemudian dijadikan kebijakan Pemkab Sragen untuk melakukan program vaksin booster.

"Kita memilah, yang sudah melakukan vaksin 10 bulan atau satu tahun yang lalu, itu yang kita dahulukan, untuk vaksin booster," jelasnya. 

"Sasaran vaksinasi juga berdasarkan data, warga yang minimal sudah tervaksin 10 bulan lalu, jadi kalau ada yang protes, kenapa ASN, TNI, Polri yang didahulukan, karena itu sudah berdasarkan data," pungkasnya. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved