Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Karanganyar Terbaru

Update Haji 2022 : Kemenag Jateng Yakin Tahun Ini Jemaah Bisa Berangkat ke Mekkah Al Mukaromah

Kepala Kanwil Kemenag Jateng mengatakan pihaknya telah mempersiapkan jemaah jika sewaktu-waktu haji tahun ini dibuka kembali oleh pemerintah.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Asep Abdullah
Ribuan jemaah haji dari berbagai negara di antaranya Indonesia memenuhi Ka'bah di Mekkah Al Mukaromah tahun 2019 sebelum pandemi menyerang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM - Pelaksanaan ibadah haji ke Tanah Suci pada tahun 2022 ini diyakini dibuka kembali, setelah sempat dua tahun ditunda karena pandemi.

Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Mustain Ahmad mengatakan pihaknya telah mempersiapkan jemaah jika sewaktu-waktu haji tahun ini dibuka kembali oleh pemerintah.

Mengingat dua kali pelaksanaan haji, dibatalkan karena Corona.

"Kita siapkan semuannya (petugas), termasuk jamaah (Jateng)," terang dia kepada TribunSolo.com, Selasa (15/3/2022).

Pihaknya tetap menunggu hasil keputusan Pemerintah Arab Saudi yang sebagai pemilik otoritas ibadah haji di tanah suci.

"Jika kami (Jateng) diminta memberangkatkan 100 persen kami siap, karena sejak setahun ini kita optimis bisa pelaksaan haji tahun ini bisa berangkat," jelas dia.

Diperjuangkan Tak Naik

Anggota Komisi VIII DPR Endang Maria Astuti mengatakan saat ini panja sedang memperjuangkan jemaah calon haji tahun 2020 yang sudah melunasi biaya naik haji.

"Mereka yang sudah lunas, seharusnya tidak lagi dibebani biaya-biaya tambahan, itu beda persoalan jika sudah ada yang menarik dananya," ucap dia.

Endang mengatakan lobi-lobi dengan maskapai penerbangan di Indonesia maupun pemegang otoritas bandara di Arab Saudi.

Hal ini diupayakan agar menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan jemaah haji asal Indonesia nantinya.

"Itupun sudah disubsidi pemerintah melalui mekanisme Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan yang memberikan subsidi dari hasil kelola dana investasi haji," kata Endang.

Ia menuturkan pemerintah akan memberikan subsidi Ibadah Haji tahun 2022.

Meksipun begitu, subsidi tersebut tak membuat biaya yang ditanggung jamaah haji Indonesia nanti tidak turun, sehingga ongkos naik haji yang dibebankan ke jemaah ikut naik.

Baca juga: Kemenag Sebut Peperangan di Eropa Berpengaruh Kepada Biaya Haji Jemaah Indonesia, Ini Penjelasannya

Baca juga: Catat! Mekanisme Ibadah Haji 2022 Berbeda dari Tahun Sebelumnya, Kini Lebih Singkat di Arab Saudi

Dia menyebutkan biaya haji yang masih tinggi disebabkan terlalu banyak komponen biaya yang mengalami kenaikan.

"Tahun ini diusulkan Rp 45 juta, hal tersebut karena semua biaya kebutuhan naik, di Arab Saudi, jemaah haji dikenakan pajak 5 persen pada 2019, kemudian pada tahun 2022, pajaknya naik hingga capai 15 persen," tutur Endang.

Dia mengatakan, biaya ke Tanah Suci pada tahun ini mencapai sekitar Rp 75 juta hingga Rp 100 juta per jemaah.

Ia mengaku ongkos naik haji pada 2019 lalu sekitar Rp 35 juta.

Lanjut, ia mengatakan kebutuhan protokol kesehatan saat di Arab Saudi juga menjadi komponen baru penyebab biaya naik haji lebih mahal.

"Riil biaya naik haji itu kalau tidak disubsidi pemerintah, yang bikin mahal itu, kita pakai sistem carter pesawat, komponen ground handling enggak murah," jelas dia.

Dia menjelaskan, setiap jemaah haji harus menjalani total 10 hari karantina, yang masing-masing 5 hari karantina di Arab Saudi, kemudian 5 hari karantina di Indonesia.

Tak hanya itu, para jemaah haji nantinya juga diharuskan tes PCR setidaknya enam kali.

"Itupun jika hasilnya keluar negatif, sedangkan apabila hasilnya reaktif, karantina bisa lebih lama lagi," akunya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved