Berita Klaten Terbaru
Siap-siap, Klaten Sebentar Lagi Masuk Pancaroba, Kini Ancaman Bukan Banjir Tapi Angin Puting Beliung
Warga Kabupaten Klaten diminta tetap waspada meski sudah melewati puncak musim hujan.
Penulis: Ibnu Dwi Tamtomo | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Warga Kabupaten Klaten diminta tetap waspada meski sudah melewati puncak musim hujan.
Sekertaris Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Nur Tjahjono menjelaskan, meski sudah pucak penghujan tetapi masih ada pancaroba Maret hingga Mei mendatang.
"Pancaroba berbahaya, bisa hujan lebat, disertai petir dan angin kencang," ucap dia kepada TribunSolo.com Selasa (24/3/2022).
"Maka dari itu kita harus tetap siap dan siaga dalam menghadapinya," katanya.
Selain ancaman angin, pihaknya juga masih mengantisipasi banjir, karena selama hujan sejumlah wilayah diterjang banjir.
"Kita belum bisa bilang Klaten aman dari banjir, karena ada faktor drainase yang kurang bagus," aku dia.
Baca juga: Dinas Ungkap Temukan Aksi Joki Minyak Goreng Kemasan di Klaten, Ini Modusnya
Baca juga: Juragan 99 Pamer Lapor Pajak Usai Disentil Stafsus Menkeu soal Isu Omzet MS Glow: Semua Dilaporkan
Adapun menurut Tjahjono, fenomena cuaca ekstrem selama pancaroba dialami semua wilayah yang masuk dalam fenomena La Nina.
"Akhir bulan Mei intensitas hujan akan mulai berkurang, jadi terakhir," jelas dia.
Berkali-kali Kebanjiran
Sudah empat kali dalam sebulan warga Desa Jetis, Kecamatan Juwiring, Klaten kebanjiran.
Terakhir pada kebanjiran pada Senin (21/3/2022) malam.
Ketua RW 08, Dukuh Terban mengatakan, selama 1 bulan terakhir sudah 4 kali terjadi banjir karenasungai Blora tidak dapat menampung air.
"Tadi tanggulnya juga jebol dan belum dapat diperbaiki saat ini, karena volume air masih cukup tinggi," jelasnya kepada TribunSolo.com
Sedangkan warga RW 08 yang terdampak paling parah berjumlah lebih dari 150 orang namun tidak sampai mengungsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Banjir-Klaten-SAR-Evakuasi.jpg)