Berita Solo Terbaru

Ide Bisnis & Cara Budidaya Tikus Putih : Modal Tipis, Tak Butuh Tempat Luas & Bisa Datangkan Cuan

Membuka peternakan tikus putih menjadi solusi di tengah banyaknya ide bisnis yang bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Tayang:
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Agil Tri
Peternakan tikus putih FamFarm yang berada di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Rabu (6/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ide bisnis bisa datang dari mana saja, termasuk menjadi peternak tikus putih yang lucu dan imut.

Ternyata budidaya tikus putih tidak sulit-sulit amat.

Bahkan, budidaya tikus putih juga tak memerlukan modal dan tempat yang besar, sehingga cocok untuk mendatangkan cuan.

Ilmu bisnis ternak tikus dibagikan oleh Yoga Adi Pamungkas (29), peternak tikus putih FamFarm di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Dia mengaku awal dia memulai bisnis ini hanya dengan modal Rp 2,8 juta saja.

"Saya mulai mengerjakan bisnis bersama 3 orang teman saya 3 tahun lalu, dulu modalnya Rp 700 ribu per orang," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (6/4/2022).

Modal tersebut digunakan untuk pembuatan kandang, dan membeli indukan tikus.

Kandangnya sendiri cukup menggunakan box plastik yang disusun pada lemari yang terbuat dari besi ringan dan ditutup jaring kawat.

Untuk jenis tikusnya sendiri, FamFarm Solo membudiyakan 3 jenis, yakni ASF (Tikus Afrika), RAT (Tikus Putih), dan Mencit (Mus Musculus).

"Dulu kita beli indukannya di Boyolali yang jenis Mencit, yang jenis RAT di Klaten, kalau yang ASF di Tanjungpinang," ucapnya.

Baca juga: Pemuda di Solo Ternak Tikus, Bisa Dapat Rp 8 Juta per Bulan: Berawal dari Tongkrongan

Baca juga: Ternyata Kiat Sukses Terbongkar : Wajib Sungkem Orang Tua, 6 Orang di Satu Keluarga Jadi Alumnus UNS

Teknik budidayanya sendiri dalam satu box diisi 1 ekor jantan dan 4 ekor bentina.

"Untuk yang jenis ASF misalnya, usia kawinnya 2,5 bulanan. Masa hamilnya 2-3 minggu, dan bisa melahirkan minimal 14 ekor," terangnya.

Namun, kebersihan kandang dan suhu kandang harus diperhatikan.

Kandang harus dibersihkan seminggu sekali, dan menjaga suhu diantara 26-30 derajat celcius.

"Kalau suhunya dibawah atau diatas itu, tidak bagus untuk budidayanya," ujarnya.

Dia biasanya menggunakan pakan BR-1 yang dicampur kangkung. Ketersediaan air minum untuk tikus juga jangan sampai terlewatkan.

Sebab, jika tikus mengalami dehidrasi, bisa menyebabkan kematian pada tikus.

"Biasanya pembeli menggunakan tikus ini untuk pakan reptil, keperluan laboratorium, untuk memancing, dan ada juga yang untuk peliharaan," jelas dia.

Tikus Kerap Jadi Hama

Tikus kerap kali dianggap hama, karena keberadaannya sangat mengganggu manusia.

Ya, jenis hewan pengerat itu dimusuhi para petani karena merusak tanaman, dan keberadaannya sangat mengganggu bila berada di dalam rumah.

Ditambah, tikus juga bisa menyebarkan penyakit mematikan seperti Leptospirosis, yang merupakan penyakit yang disebabkan oleh urin tikus.

Baca juga: Bukan Kesetrum Listrik Jebakan Tikus, Pria Sragen Ini Tewas di Sawah Diduga karena Serangan Jantung

Baca juga: Bikin Geleng-geleng, Sekali Gropyokan Petani di Ngrampal Sragen Panen 500 Ekor Tikus Usia Produktif

Namun, tikus juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah bila dapat dimanfaatkan dengan baik.

Seperti yang dilakukan di tempat budidaya tikus putih Famfarm di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Menurut salah satu peternak tikus putih FamFarm, Yoga Adi Pamungkas (29), awalnya dia menekuni bisnis ini karena iseng.

"Kita sudah menjalankan bisnis ini selama 3 tahun," katanya, Selasa (6/4/2022).

Baca juga: Cara Kendalikan Hama Tikus Versi Dirjen Kementan : Tanam Bawang Putih Hingga Tomat di Pematang Sawah

Bisnis budidaya tikus ini hanya diawali dari obrolan tongkrongan.

Saat itu, Yoga dan temannya yang merupakan pecinta hewan reptil tengah membicarakan usaha yang bisa dilakukan dengan modal kecil.

"Saya dulu tukang parkir. Saat ngobrol dengan teman saya, awalnya ada budidaya cacing, tapi kita kendala tempat," ucapnya.

"Sampai akhirnya, tikus pakan reptil teman saya beranak dan bisa di jual di Pasar Depok. Kita pelajari dan kemudian kita seriusi," tambahnya.

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Pertama Jebakan Tikus Listrik di Sragen: Sebentar Lagi Naik Status Penyidikan

Yoga menjalankan bisnis budidaya tikus putih ini bersama 3 orang temannya.

Awalnya, mereka patungan Rp700 ribu per orang untuk modal bisnis.

"Kita budidaya 3 jenis tikus, yakni ASF (Tikus Afrika), RAT (Tikus Putih), dan Mencit (Mus Musculus)," ujarnya.

Penjualannya sendiri, satu ekor tikus dihargai 3 kali pakan.

Baca juga: Nahas, Petani di Sragen Meninggal di Sawah, Tersetrum Genset untuk Jebakan Tikus 

Untuk anakan tikus harganya mulai Rp2.500 per ekor, dan harga akan naik jika ukuran dan beratnya bertambah.

Sementara untuk ukuran medium dan dewasa, harga mulai dari Rp4.500-15.000 per ekor.

"Untuk satu bulan, laba bersih kita bisa mencapai Rp 8 juta," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved