Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali Terbaru

Polisi Datang, Puluhan Pemuda yang Akan Balap Liar di Banyudono Kocar-kacir, Tapi 19 Orang Diamankan

Puluhan pemuda kocar-kacir ketika polisi datang di jalan desa Tanjung Sari, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Sabtu (9/4/2022).

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Dok Taufik
Sejumlah pemuda yang diamankan polisi karena akan balap liar di jalan desa Tanjung Sari, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Sabtu (9/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Puluhan pemuda kocar-kacir ketika polisi datang di jalan desa Tanjung Sari, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Sabtu (9/4/2022).

Informasi yang dihimpun TribunSolo.com, mereka diduga hendak melakukan aksi balap liar sembari ngabuburit atau menunggu buka puasa.

Kapolsek Banyudono, AKP M. Lukman Efendi mengatakan hasil penindakan polisi mengamankan belasan orang.

"Dari penindakan tadi sore, diamankan 19 orang, beserta 1 mobil pengangkut sepeda motor balap dan 6 sepeda motor," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

Diperkirakan jumlah peserta aksi balap liar jumlahnya lebih dari 19 orang, karena menurut AKP Lukman banyak yang melarikan diri.

"Yang kabur banyak, diperkirakan jumlahnya lebih dari 19," katanya.

Lanjutnya, rentang usia para pelaku balap motor liar tersebut antara 17-29 tahun.

Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Boyolali saja, melainkan juga dari Sragen hingga Kabupaten Pati.

Baca juga: Tak Hanya Hotel Kelas Melati, Razia Selama Ramadan di Klaten Sasar Balap Liar, Petasan dan Kerumunan

Baca juga: Bikin Gerah Warga, Petani Minta Polisi Tindak Balap Liar di Flyover Mojorejo Ngemplak Tiap Bulan

"Pelaku berasal dari Sragen, Pati, Karanganyar, Ngemplak, Teras, Cepogo, Sukoharjo," paparnya.

Pengungkapan tersebut diawali dari keluhan warga, yang mana jalan tersebut sering digunakan untuk balap liar.

"Awalnya ada aduan warga yang resah dengan balap liar di desanya, kemudian ditindaklanjuti dari Polsek," terangnya.

"Alasannya untuk nyetting sepeda motor, tapi menurut warga balap liar itu sering dilakukan sehingga warga merasa resah," tambahnya.

Kini, sebagian orang yang berhasil diciduk polisi diberi pembinaan di Polres Boyolali.

Sedangkan kendaraan yang berhasil diamankan dibawa ke Satlantas Polres Boyolali.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved