Berita Sragen Terbaru
Kata Pengamat UNS soal Penyebab Bunuh Diri di Sragen Terus Berjatuhan, Terbaru Sehari Ada 3 Orang
Mereka yang mengakhiri hidup di Kabupaten Sragen di antaranya diduga karena masalah himpitan ekonomi berkepanjangan.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Korban bunuh diri di Kabupaten Sragen terus bergelimpangan.
Tercatat data dalam kepolisian, ada delapan kasus sejak Januari hingga awal Mei ini.
Terbaru pada 6 Mei 2022 terdapat 3 orang yang mengakhiri hidup dengan gantung diri dalam waktu yang hampir bersamaan, diduga karena masalah himpitan ekonomi.
Lantas bagaimana pandangan pengamat?
Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Drajat Tri Kartono menjelaskan penyebab seseorang nekat bunuh diri bukan hanya karena merasa putus asa atau depresi dalam hidupnya.
Namun, dukungan sosial di lingkungannya juga berpengaruh terhadap keputusan seseorang untuk mengakhiri hidupnya.
"Orang itu juga merasa bahwa dukungan-dukungan sosial itu tidak cukup meyakinkan dia bahwa dia akan mendapat pertolongan dan perbaikan dalam hidup," ujarnya kepada TribunSolo.com, Senin (9/5/2022).
Faktor lainnya juga karena adanya perubahan-perubahan yang sering terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, yang akhirnya membuat seseorang berfikir semakin tingginya ketidakpastian itu.
Sehingga beberapa orang, mungkin akan memiliki pemikiran, meski sudah bekerja dan berusaha sekeras apapun tidak dapat menyelesaikan masalah mereka.
Baca juga: Kecelakaan Maut Karanganyar, Warga Sragen Meninggal Setelah Ditabrak Pengendara Yamaha Nmax
Baca juga: Kasus Ayah dan Anak Bunuh Diri Diduga karena Faktor Ekonomi di Sragen, Begini Pandangan Sosiolog UNS
Lantas, apakah banyaknya kasus bunuh diri bisa dikaitkan dengan status kemiskinan ekstrem Kabupaten Sragen?
Seperti yang diketahui sebelumnya, Kabupaten Sragen masuk ke dalam target prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.
Menurut Drajat, kemiskinan yang tak ada ujung penyelesaiannya atau adanya kesulitan ekonomi bisa menjadi penyebab orang bunuh diri.
"Seseorang tidak merasa lagi dunia memberikan harapan hari esok bagi dia, maka kemudian dia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri," kata Drajat.
Lanjutnya, apakah status kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sragen bisa dikaitkan dengan banyaknya kasus bunuh diri, menurutnya perlu dilakukan riset lebih lanjut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Penampakan-tali-yang-dibuat-untuk-bunuh-diri-warga-di-Kecamatan-Suk-gantung-diri.jpg)