Ada 233 Kasus Penembakan Massal Terjadi di Amerika Serikat Sepanjang Tahun 2022, Ini Pemicunya
Empat warga sipil tewas dalam insiden itu, ditambah pelaku yang diduga menembak diri sendiri, menurut The Gun Violence Archive.
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Mengutip Independent, sedikitnya empat orang tewas dan lainnya cedera dalam penembakan di sebuah klinik medis di Oklahoma pada Rabu (1/6/2022), menurut polisi.
Departemen Kepolisian Tulsa mengatakan total lima orang tewas, termasuk penembak.
Baca juga: Greysia Polli Putuskan Pensiun dari Bulutangkis, Ucapkan Rasa Syukur dan Terima Kasih
Awalnya, petugas menanggapi laporan seorang pria membawa senapan di Gedung Natalie Rumah Sakit St Francis, yang kemudian berubah menjadi "situasi penembakan aktif".
Rumah sakit itu memiliki pusat operasi rawat jalan dan pusat kesehatan payudara.
"Kami menanggapi situasi ini seperti bencana sekarang," kata kapten polisi Tulsa Richard Meulenberg kepada sekelompok wartawan.
Wakil kepala polisi Eric Dalgleish mengatakan polisi dipanggil pada pukul 16.52 dan tiba empat menit kemudian.
Polisi kemudian melakukan kontak dengan tersangka pada pukul 17.01 di lantai dua gedung tersebut.
Dalgleish mengatakan tersangka adalah seorang pria kulit hitam berusia antara 35 dan 40 tahun.
Baca juga: Momen Haru Indra Lesmana Antarkan Sang Putri Eva Celia ke Altar, untuk Pemberkatan Pernikahan
Identitasnya tidak diketahui.
Ia membawa pistol dan senapan, dan diyakini telah bunuh diri.
Tidak ada petugas polisi yang terluka dalam insiden tersebut.
Polisi belum mengetahui motif penembak, atau apakah pelaku menargetkan orang atau kelompok tertentu.
Seorang petugas yang berada di dalam Gedung Natalie di rumah sakit itu mengatakan kepada Fox 23 Tulsa bahwa salah satu korban mengenakan seragam dokter, sementara dua lainnya mengenakan pakaian perawat. (*)
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)