Berita Karanganyar Terbaru

Petilasan Pertapaan Pringgodani Tawangmangu : Setiap Selasa Kliwon Ada Pagelaran Wayang Kulit

Kabupaten Karanganyar saat ini memiliki berbagai macam jenis wisata. Baik wisata alam, tirta, buatan hingga wisata rohani,ada di Kabupaten Karanganyar

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Mardon Widiyanto
Inilah Petilasan Pertapaan Pringgodani yang berada di Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (9/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kabupaten Karanganyar saat ini memiliki berbagai macam jenis wisata.

Baik wisata alam, tirta, buatan hingga wisata rohani, ada di Kabupaten Karanganyar.

Salah satunya wisata rohani Petilasan Pertapaan Pringgodani, di Kabupaten Karanganyar.

Lokasi ini berada di Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, tepatnya di kawasan Perhutani.

Petilasan Pertapaan Pringgodani ini berada di tengah hutan, tepatnya di sisi barat lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1.300 mdpl.

Dengan ketinggian itu, maka hawa dingin memang sering membuat suhu tubuh ikut menurun drastis.

Para pengunjung biasanya memanjatkan permohonan sesuai dengan cara dan kepercayaan masing-masing di lokasi itu.

Puncak ritual di Pertapaan Pringgodani adalah mandi di tujuh pancuran alami yang airnya memancar dari tebing.

Untuk mencapai lokasi tersebut pengunjung diharuskan berjalan di tangga menuju lokasi.

Baca juga: 11 Unit Damkar & 3 Tangki Butuh 12 Jam Lebih Padamkan Api yang Lalap Gudang Triplek di Karanganyar

Baca juga: Kian Mengganas, Sudah 50 Ekor Sapi Terpapar PMK di Karanganyar, Penyemprotan Disinfektan Dimasifkan

Para pengunjung harus menaiki dan menuruni tangga tersebut agar dapat mencapai lokasi.

Bagi pemula, waktu yang dibutuhkan untuk melintas tangga tersebut mencapai 1 jam 30 menit.

Sedangkan untuk yang sudah terbiasa mendaki cukup sekitar 40 menit ke lokasi.

Namun, beredar kabar di lokasi tersebut dipercaya sebagai salah satu petilasan Raja Majapahit yang terakhir, Prabu Brawijaya V

Ia disebut-sebut melarikan diri dari musuh-musuhnya sampai kemudian meninggal atau disebut moksa di sana.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved