Tips

Begini Cara Olah Daging Kurban di Tengah Wabah PMK Menurut Pakar Kesehatan

Dalam hitungan hari, umat muslim di tanah air akan merayakan Idul Adha dan melaksanakan pemotongan hewan kurban.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Sajian Sedap
Ilustrasi Daging Kambing. Dalam artikel terdapat cara mengolah daging kambing agar tidak bau prengus. 

TRIBUNSOLO.COM - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku masih terus meluas dan menjangkit hewan ternak seperti sapi dan kambing.

Dalam hitungan hari, umat muslim di tanah air akan merayakan Idul Adha dan melaksanakan pemotongan hewan kurban.

Lantas, bagaimana cara agar kita tetap aman mengkonsumsi daging kurban di tengah wabah PMK seperti sekarang ini?

Baca juga: Penyanyi Senior Bob Tutupoly Meninggal Dunia, Lagunya Berjudul Widuri Pernah Populer

Diberitakan Tribun Jogja, untuk menghindari penyebarannya maka diperlukan pengemasan dan pengolahan daging kurban yang benar.

Dilansir dari rilis pemerintah kabupaten Purworejo, pada saat Idul Adha, daging kurban, khususnya jeroan supaya direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan.

Juga dalam membagikannya antara daging dan jeroan harus dipisahkan atau tidak boleh dicampur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo Hadi Sadsilo mengatakan, Penularan PMK terjadi dari hewan yang terkena PMK ke hewan lainnya dan memiliki tingkat penularan lebih cepat.

Baca juga: Ramalan Zodiak Selasa 5 Juli 2022 : Gemini Sering Khawatir tentang Keuangan, Leo Ada Keberuntungan

Sedangkan PMK hewan tidak menular ke manusia.

Kabid Kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat drh Sri Widiartik menjelaskan, hewan yang dipotong dalam kondisi sehat tapi ternyata membawa virus, bisa kemunginan terpapar karena virusnya secara kasat mata tidak terihat.

Untuk amannya diupayakan agar merebus kepala, jeroan, kaki dan buntut terlebih dahulu selama 30 menit pada air mendidih.

Lalu untuk mensterilkan tempat penyimpanan daging, terlebih dahulu tempatnya direndam dalam larutan asam cuka. Sedangkan daging yang sudah bau, jangan dikonsumsi karena bakteri sudah berkembang biak pada daging. (*)

Baca juga: Wabah PMK Penyakit Mulut dan Kuku Terus Meluas di 22 Provinsi, Kasus Tertinggi di Jawa Timur

(Tribunjogja.com/Iwan Al Khasni)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved