Berita Wonogiri Terbaru

Waspadai Wabah PMK Jelang Idul Adha, Dinas Imbau Masyarakat Olah Daging Kurban dengan Benar

Di masa wabah PMK ini, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislakpernak) Wonogiri meminta masyarakat untuk mengolah daging kurban dengan benar

TribunSolo.com/Erlangga Bima
Ilustrasi sapi yang sembuh dari PMK. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Di masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislakpernak) Wonogiri meminta masyarakat untuk mengolah daging kurban dengan benar.

Pengolahan daging kurban itu termasuk cara menyimpan hingga memasak daging menjadi hidangan tertentu.

Kepala Dislapernak Wonogiri, Sutardi, menuturkan hal tersebut harus dilakukan sebagai bentuk antisipasi, meskipun hewan kurban yang disembelih dalam keadaan sehat.

Baca juga: Terobosan PA Wonogiri, Kasih Hadiah untuk Pasangan yang Batal Cerai: Menginap di Hotel Semalam 

Baca juga: Tahun Depan, BRT Trans Jateng Rute Solo-Wonogiri Mulai Beroperasi : Tarif Umum Rp 4.000

"Pengolahan dan penyimpanan daging kurban harus diperhatikan, baik hewan yang disembelih bergejala PMK ringan maupun yang tidak sama sekali terjangkit atau keadaannya sehat," kata dia, kepada TribunSolo.com, Kamis (7/7/2022).

Sutardi mengatakan, pihaknya telah mensosialisasikan cara pengolahan daging kurban dengan benar kepada para takmir masjid melalui Camat.

Selain tata cara pengolahan daging kurban, kata Sutardi, kriteria hewan kurban sesuai dengan anjuran MUI juga sudah disampaikan.

Menurutnya, aspek kehati-hatian dalam momentum Idul Adha di tahun ini harus diperhatikan, mulai dari penyembelihan hingga pengolahan daging.

Baca juga: Ribuan Ternak Dikirim ke Luar Wonogiri Jelang Idul Adha, Semuanya Dipastikan Dalam Kondisi Sehat

Baca juga: Lebaran Idul Adha, Masyarakat Wonogiri Diimbau Tidak Takbiran Keliling, di Masjid atau Rumah Saja

Adapun penyembelihan hewan kurban, baik yang bergejala ringan PMK maupun tidak bergejala, tidak boleh dialirkan ke sungai atau air.

Darah dan sisa penyembelihan harus dikubur.

"Sebelum dan setelah disembelih diperiksa dulu kesehatannya oleh petugas. Di bagian jeroannya ada cacing hati atau tidak," jelasnya.

Kemudian daging dikemas menggunakan plastik bening atau pembungkus makanan.

Setelah dibagikan, daging sebaiknya tidak dicuci, melainkan langsung disimpan ke kulkas.

"Jeroan itu diusahakan direbus dulu sebelum disimpan atau dimasukkan ke kulkas. Memasaknya juga harus benar, daging dimasak dengan air mendidih minimal 30 menit," terang Sutardi.

"Itu untuk antisipasi PMK, meskipun hewan yang disembelih tidak terjangkit PMK," tandas dia.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved